upah.co.id – China diguncang gempa . Puluhan orang tewas karena bencana alam tersebut.

Gempa mengguncang China, tepatnya di kawasan Sichuan, Senin (5/9) pukul 12.52 siang waktu setempat. Dihimpun detikcom dari sumber berita luar negeri sampai Selasa (6/9/2022) malam, berikut adalah 10 fakta soal gempa Sichuan:

Dilansir Reuters dan AP (Associated Press), gempa Sicuan bermagnitudo (M) 6,8 dengan kedalaman 16 km dari permukaan bumi.

Gempa darat ini berpusat di Kota Luding, 180 km barat daya Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan. Gempa darat ini juga disusul oleh gempa-gempa susulan di lain tempat sekitar pusat gempa pertama.

Gempa terasa sampai daerah-daerah yang cukup jauh dari Provinsi Sichuan. Daerah yang merasakan gempa itu adalah Changsha, Xian, Shannxi, dan Guizhou.

Selanjutnya, Banyak orang di rumah gegara pembatasan COVID-19:

Sebagaimana dilansir AFP berdasarkan siaran kanal media pemerintah China, CCTV, getaran gempa mengguncang gedung-gedung di Ibu Kota Sichuan, Chengdu. Padahal saat itu, jutaan orang dikurung di rumah karena pembatasan COVID-19 yang ketat.

“Chengdu saat ini berada di bawah manajemen epidemi, orang-orang tidak diizinkan meninggalkan kompleks perumahan mereka, sehingga banyak dari mereka bergegas ke halaman mereka,” kata warga Chengdu bernama Chen.

Sampai saati ini, jumlah korban tewas gempa Sichuan ini adalah 65 orang. Demikian dilansir Reuters pada Selasa (6/9/2022) sore.

Korban luka-luka mencapai 250 orang. Di antara mereka, ada korban yang berkondisi kritis.

Lebih dari 200 orang terjebak di zona gempa Sichuan. mereka ada di daerah wisata alam populer bernama Hailuogou. Ruas-ruas jalan yang tertutup berusaha dibuka oleh petugas setempat. Pasokan makanan dialirkan.

243 rumah menjadi ambruk akibat gempa ini. Selain itu, ada 13.010 rumah mengalami kerusakan. Ada pula 4 hotel yang rusak dan ratusan penginapan juga rusak.

Di Luding, area pusat gempa, infrastruktur listrik dan air, serta telekomunikasi, mengalami kerusakan parah.

Gempa itu memutus aliran listrik ke beberapa kota, dengan sejumlah ruas jalan raya runtuh dan sedikitnya tujuh pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan.

Provinsi Sichuan diketahui cukup sering diguncang gempa bumi, khususnya di area pegunungan yang ada di wilayah barat. Tahun 2017 lalu, gempa berkekuatan Magnitudo 7 mengguncang area sebelah utara Luding.

Dengan hujan deras diperkirakan mengguyur untuk tiga hari ke depan, para pakar setempat mengkhawatirkan situasi di sejumlah bendungan usai gempa kuat melanda. Otoritas setempat mempertimbangkan untuk mengerahkan drone guna memeriksa situasi di hulu Sungai Wandong, anak sungai utama Sungai Dadu.

Pemerintah Republik Taiwan, pihak yang selama ini berseteru dengan Republik Rakyat China, menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi Sichuan itu. Pemerintah Taiwan menyatakan siap mengirim tim penyelamat ke China, meskipun mereka sedang bersitegang dengan RRC.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan simpati dan kekhawatiran usai gempa bumi mengguncang Sichuan. Tsai Ing-wen juga berharap upaya pencarian dan penyelamatan serta pemulihan pascabencana bisa lancar. Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan telah mengumpulkan tim penyelamat berisi 40 personel dan seekor anjing pelacak, serta 5 ton peralatan yang bisa digunakan untuk membantu menangani kondisi pascagempa Sichuan.