upah.co.id – Adapun fakta-fakta dari momentum tersebut selengkapnya bisa diketahui melalui poin-poin berikut.

1. Titik Pusat Demo

Ia juga belum merinci total keseluruhan dari estimasi massa yang melakukan demo kemarin. Purwanta mengungkapkan dalam pemberitahuan satu elemen massa terdiri dari 60-100 orang peserta aksi.

Namun, setelah ditelusuri oleh Suara.com dari berbagai sumber, titik-titik itu meliputi Jakarta (DPR, Patung Kuda, depan gedung Pertamina), kota Bekasi (depan kantor wali kota Bekasi, depan gedung DPRD Kota Bekasi), kabupaten Bekasi (depan Pemda Bekasi), kota Bogor (depan Istana Bogor), dan Tangerang Raya (massa ikut ke Jakarta dikawal polisi).

2. Demo di Patung Kuda

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyebut, tak hanya di Patung Kuda, massa juga akan berunjuk rasa di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jakarta Pusat.

Latif juga memastikan tidak ada penutupan arus lalu lintas di lokasi aksi. Hal tersebut berlaku situasional melihat penambahan jumlah massa yang datang untuk demo. Ia menambahkan selama massa tidak menutup arus lalu lintas, pengguna kendaraan masih bisa melintas.

3. Situasi Lokasi Demo Terkini

Polda Metro Jaya hari ini, Selasa (6/9/2022) menurunkan total 8.350 personel untuk mengawal dan menjaga demo kenaikan harga BBM di wilayah Jakarta. Demo di Jakarta saat ini terpusat di DPR dan Patung Kuda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan pusat titik massa tersebar di beberapa lokasi di Jakarta. Pengalihan arus lalu lintas dilakukan secara situasional. Ia kemudian menyatakan jika situasi disana masih aman.

4. Penyebab Dilakukannya Demo

Diketahui demo di beberapa titik tersebut dilakukan usai pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite, solar, hingga Pertamax. Pertalite yang paling banyak dipakai itu sendiri naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter.

Penetapan kenaikan ini diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi pada Sabtu, (3/9/2022). Sasaran Subsidi BBM itu, katanya, akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Yakni, bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat KPM masing-masing Rp600 ribu.