upah.co.id – Aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) tidak selalu berdampak positif pada kinerja harga suatu saham.

Di sepanjang 2022, setidaknya ada 8 emiten yang melakukan aksi korporasi stock split, empat di antaranya justru mengalami kondisi yang sebaliknya.

Salah satu emiten yang harga sahamnya gagal lepas landas setelah melakukan stock split adalah PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Meskipun kinerja keuangan HRUM sangat cemerlang di sepanjang semester I-2022 dengan capaian laba bersih yang naik ribuan persen di tengah kenaikan harga batu bara acuan, harga saham HRUM terpantau malah melemah 26% setelah stock split.

Selain HRUM ada juga emiten infrastruktur yaitu PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang juga malah anjlok setelah stock split.

Untuk diketahui, PBSA melakukan stock split di pekan terakhir bulan Juni 2022. Namun setelah itu harga sahamnya malah drop.

Kendati secara likuiditas transaksi dari volume perdagangan saham ada peningkatan, tetapi harga sahamnya justru drop 15% pasca aksi korporasi tersebut dilakukan.

Selanjutnya ada juga emiten yang bergerak di bidang produksi dan penjualan pita perekat yaitu PT Ekadharma International Tbk (EKAD) yang justru harganya malah anjlok di hari pertama saat stock split.

EKAD melakukan stock split dengan rasio 1:5 dengan tanggal penyesuaian JATS di 22 Agustus 2022. Namun di hari itu harga sahamnya malah drop dari Rp 300/unit saat pembukaan ke Rp 282/unit saat penutupan.

Sejak saat itu harga saham EKAD belum kembali pulih ke posisi semula saat sebelum stock split dilakukan.

Namun ada juga saham yang mengalami penguatan setelah stock split dilakukan. Setidaknya yang paling mencolok terlihat pada saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Emiten yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan bahan kimia termasuk bahan bakar yang satu ini melakukan stock split di awal tahun.

Namun sejak stock split dilakukan, harga saham AKRA tercatat sudah menguat 40%. Di sisi lain, laba bersih AKRA di sepanjang semester I-2022 juga mengalami peningkatan sampai 74%.

Berikut ini adalah rekapitulasi kinerja harga saham dari emiten-emiten yang melakukan aksi korporasi berupa stock split tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA