upah.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini masih ada delapan proyek strategis nasional ( PSN ) yang belum diselesaikan pemerintah.

“Ada sejumlah proyek PSN yang masih dalam proses dan belum diselesaikan oleh pemerintah,” ujar Airlangga usai mengikuti rapat terbatas terkait Evaluasi PSN yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/9/2022), sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Delapan proyek strategis tersebut mulai dari proyek Bendungan Gerak Karangnongko, Tol Tuban-Lamongan, Tol Trans Sumatera, Tol Semarang-Demak, pengembangan biofuel, metanol, dan etanol di Kabupaten Bojonegoro, proyek pabrik pupuk di Kabupaten Fakfak, proyek pelabuhan peti kemas di Muaro Jambi, hingga proyek Lapangan Ubadari.

Airlangga Hartarto menuturkan, di dalam rapat telah dilaporkan perkembangan proyek Bendungan Gerak Karangnongko yang telah mendapatkan persetujuan dana dari APBN.

Namun, proyek itu masih menunggu anggaran dari APBD Kabupaten Blora dan pembebasan lahan.

Sementara untuk Tol Tuban-Lamongan pemerintah pusat mengharapkan segera ada solusi terkait evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tol tersebut.

“Karena ini menghubungkan beberapa kawasan, misalnya kilang minyak Tuban, ekspansi TPPI Tuban, dan kawasan ekonomi Gresik yang bisa mencapai Rp 252 triliun dari segi investasi,” ujar Airlangga.

Kemudian, untuk pengembangan biofuel, metanol dan etanol di Bojonegoro, diperkirakan kebutuhan investasinya sebesar Rp 25,7 triliun.

Oleh karenanya, diharapkan financial closing dapat dilakukan pada kuartal II 2024.

Lalu, untuk proyek pabrik pupuk di Fakfak rencananya akan mendapatkan investasi sebesar Rp 22 triliun dari PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Kaltim untuk produksi Amonea dan Urea.

“Dan ini diharapkan bisa diselesaikan juga financial closing sebelum 2024, dan ini nanti manfaatkan gas dari Genting yang akan on stream pada 2027,” tutur Airlangga Hartarto.

Ia melanjutkan, proyek ini sejalan dengan proyek metanol di Bintuni, yang dibiayai investasi Rp 20 triliun yang juga akan mulai onstream pada 2027.

“Kemudian juga ada usulan terkait peti kemas di Muaro Jambi, nah ini investasi tahap pertama Rp 948 miliar, tahap kedua Rp 3 triliun. Nah ini pelabuhan dengan kapasitas kontainernya 60 ribu sampai 80 ribu TEUs, kemudian untuk pelabuhan curah 2,3 juta ton, curah cair dan curah kering 7-8 juta ton,” jelasnya.

“Kemudian, ada pengembangan dari project lapangan Ubadari, yaitu carbon capture dan storage yang dibiayai oleh konsorsium BP Tangguh sebesar Rp 38 triliun,” kata Airlangga lagi.

Ia menambahkan, soal proyek Tol Trans Sumatra akan diselesaikan untuk tahap kedua, yakni rute Betung ke Jambi sepanjang 169 kilometer.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa sebanyak 66 PSN telah selesai dikerjakan selama periode tahun 2019 hingga tahun 2021, dengan nilai sebesar Rp 414,3 triliun.

Sedangkan selama periode Januari sampai dengan Agustus tahun 2022, telah selesai 9 PSN dengan nilai sebesar Rp140,1 triliun.

“Dan sampai September-Desember, ada 16 proyek dengan nilai Rp 101,2 triliun,” ujar Airlangga Hartarto.