upah.co.id – Soal hasil lie detector Putri Candrawathi yang tak diungkap pada publik, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi buka suara.Tak seperti Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo yang menyinggung terkait Pro Justitia, Andi justru tak ingin berikan alasan gamblang mengapa hasil tersebut terkesan ditutup-tutupi.

Andi hanya menegaskan bahwa hasil pemeriksaan lie detector para tersangka, pada akhirnya akan diungkap di pengadilan termasuk milik Putri Candrawathi .

Dengan kata lain, dirinya mengatakan dibuka atau tidaknya hasil saat ini bukan jadi soal. Persidangan yang semakin dekat akan menjawab rasa penasaran masyarakat.

Baca Juga: Putri Candrawathi Tak Berkutik! Hasil Lie Detector Bongkar Semua Aib Kejahatan Ferdy Sambo

“Toh juga semua fakta akan diungkap di pengadilan,” ujar Brigjen Andi Rian Djajadi kepada awak media, Jakarta, Kamis, 8 September 2022.

Menurut Andi, justru situasi ini lebih aman daripada banyaknya spekulasi dari hasil analisis liar jika informasi terlalu frontal dikatakan di ranah publik.

Pasalnya, kata Andi, penerapan alat antibohong dalam pemeriksaan lima tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J malah menjadi ladang analisis liar media dan para pengamat.

“Saya melihat justru analisis liar (berasal) dari media dan pengamat yang tidak paham teknis pasca-pelaksanaan uji polygraph ,” katanya lagi.

Baca Juga: Hasil Lie Detector ART Putri Candrawathi, Pengakuan Sosok Diduga Susi di Internet Terbukti?

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan hasil lie detector Putri dirahasiakan demi menjunjung pro justitia.

“Hasil lie detector atau polygraph saudari PC dan juga saudari S ( Susi ) sama. Setelah saya berkomunikasi dengan Puslabfor dan operator polygraph hasil lie detector itu adalah pro justitia,” ujar Dedi, Rabu, 7 September 2022.

Adapun secara materiil subtantif, pro Justitia berarti setiap tindakan hukum yang diambil dilakukan untuk kepentingan penegakan hukum dan keadilan.

Artinya, Dedi tak ingin menjelaskan lebih lanjut hasil pemeriksaan tersebut lantaran merupakan materi penyidik.

Baca Juga: Hasil Lie Detector Putri Candrawathi Dirahasiakan, Merek Poligraf Jadi Alasan, Polri: Hanya untuk Penyidik

“Itu juga (hanya untuk) konstruksinya penyidik. Kenapa saya bisa sampaikan pro justitia? Setelah saya tanyakan taunya ada persyaratan, sama dengan Ikatan Dokter Forensik Indonesia. Untuk polygraph itu juga ada ikatan secara universal di dunia, pusatnya di Amerika,” ujarnya.

Dia lantas menjelaskan bahwa alat abtibohong milik Puslabfor Polri sudah terverifikasi, sehingga tingkat akurasinya dipastikan sangat tinggi.

“Alat polygraph yang digunakan oleh Labfor kita ini semuanya sudah ya terverifikasi dan juga sudah terverifikasi baik ISO maupun dari perhimpunan polygraph dunia,” kata Dedi.

Tak hanya bagi PC dan Susi , tersangka lain dalam pembunuhan Brigadir J juga dikenai tes serupa, diantaranya Bharada E, Kuat Maruf, Bripka RR, serta sang dalang Ferdy Sambo . ***