upah.co.id – Kenaikan harga bahan bakar ( BBM ) yang begitu mendadak membuat sejumlah pihak kelabakan tak terkecuali para pengusaha rumah makan warteg.

Naiknya harga BBM turut berimbas pada bahan baku makanan terutama sembako yang menjadi kebutuhan primer warung nasi .

Hal ini tentunya menuntut para pengusaha warteg untuk mengambil langkah cepat agar bisnisnya tetap berjalan.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, meski dampak kenaikan BBM sudah terasa langsung, namun pihaknya belum mulai melakukan penyesuaian harga.

Hal ini mengingat ada perhitungan yang harus ditaksir matang-matang agar pelanggan pun tidak terlalu keberatan.

“Sekarang sudah ada imbas cuma belum kami naikkan (harganya) karena kita menghitung-hitung dulu,” kata Mukrono saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel Senin, 5 September 2022 kemarin.Mukroni juga menuturkan bila pihaknya masih berhati-hati mengingat daya beli masyarakat saat ini belum kembali pulih setelah diterpa pandemi Covid-19.

“Omzet kita masih belum normal kan masih ada pandemi. Mungkin naik 30 persen terhadap pendapatan kami,” katanya.

Akan tetapi, Kowantara kabarnya segera menaikkan harga makanan di warteg mulai pekan depan dengan catatan tak akan lebih dari 20 persen.

“Kami ini kalau mau menaikan di atas 20 persen InsyaAllah pada kabur karena kita sudah menghitung,” ujarnya.

Disclaimer: Artikel ini telah tayang sebelumnya di PRFMNews.pikiran-rakyat.com berjudul “ BBM Naik, Pengusaha Warteg Upayakan Kenaikan Harga Tak Lebih dari 20 Persen ,” ***