upah.co.id – Mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menghirup udara bebas pada Selasa, 6 September 2022.

Terpidana kasus pencurian uang rakyat itu menjalani bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat.

Karena dinyatakan bebas bersyarat, Kepala Lapas Sukamiskin Elly Yuzar mengatakan menteri di era Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) itu masih harus wajib lapor.”Masih bebas bersyarat masih wajib lapor tentu di situ ada aturan yang diatur oleh Bapas,” katanya.

Suryadharma Ali harus mendekam di balik jeruji besi setelah terjerat kasus pencurian uang rakyat penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 di Kementerian Agama (Kemenag).

Sejak 22 Mei 2014, dia ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sebagai Menag, Suryadharma Ali diduga telah menyalahgunakan sisa kuota haji yang tersedia untuk masyarakat.

Sisa kuota haji tersebut justru dipakai oleh keluarga, kolega, dan anggota DPR sesuai kehendaknya.

Dana yang dikucurkan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 melebihi Rp1 triliun yang bersumber dari APBN dan masyarakat.

Suryadharma Ali lahir di Jakarta, 19 September 1956, dan menikah dengan Wardatul Asriah hingga dikaruniai 4 orang anak.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di Jakarta, dia pun melanjutkan pendidikannya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan lulus pada tahun 1984.

Sejak duduk di bangku kuliah, Suryadharma Ali juga dikenal aktif di organisasi mahasiswa, dengan mulai menjadi aktivis pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), cabang Ciputat.

Kemudian pada tahun 1985, Suryadharma Ali menjadi ketua umum PB PMII hingga tahun 1988.

Setelah lulus kuliah, dia pun memulai karier barunya sebagai Deputi Direktur PT Hero Supermarket,TBK sampai tahun 1999.

Selain itu, Suryadharma Ali juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ).

Bergabung dengan PPP , Suryadharma Ali terpilih menjadi anggota DPR selama dua periode, yakni 1999-2004 dan 2004-2009.

Akan tetapi pada periode yang kedua, Suryadharma Ali tidak menyelesaikan tugasnya sebagai anggota dewan sampai tuntas karena pada waktu bersamaan dia diangkat oleh Presiden SBY menjadi Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, periode 2004-2009.

Kariernya makin meroket di PPP , hingga pada tahun 2007 dia diaulaut dalam muktamar menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 2007-2011 menggantikan Hamzah Haz.

Bahkan pada muktamar berikutnya, Suryadharma Ali kembali terpilih untuk kedua kalinya menjadi Ketua Umum DP PPP untuk periode 20011-2015.

Sementara di eksekutif, kariernya juga moncer karena lagi-lagi dipilih kembali oleh Presiden SBY menjadi menteri Agama RI periode 2009-2014.

Sayang, di ujung jabatan menterinya pada 23 Mei 2014, Suryadharma Ali dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pencurian uang rakyat dana haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk menghadapi proses hukum ini, Suryadharma Ali pun menyatakan mundur dari jabatannya pada Mei 2014.

Pasca pengunduran dirinya, di tubuh PPP pun terjadi konflik internal.

Konflik ini ditandai dengan digelarnya muktamar kubu sekjen Ramahurmuzy menggelar di Surabaya dan terpilih sebagai ketua umum.

Sedangkan Suryadharma Ali menggelar muktamar di Jakarta dengan menjagokan Djan Farid sebagai ketua umum DPP PPP 2014-2019.

Tidak hanya kehilangan jabatan, Suryadharma Ali pun harus kehilangan kesempatannya sebagai calon wakil presiden (Cawapres) Jokowi dalam Pemilu 2014 lalu.

Pada saat masih menjabat sebagai Ketum PPP , dia mengatakan bahwa partainya akan memutuskan calon presiden dan wakil presiden setelah lolos Pemilu Legislatif 2014.

Akan tetapi, PPP sedang mempertimbangkan sejumlah tokoh, terutama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menurut Suryadharma Ali , bukan tidak mungkin akan terjadi koalisi PDIP dan PPP seperti pada Pemilu 2004.

Dia juga mengungkapkan bahwa jika takdir Tuhan, bisa saja dirinya menjadi cawapres bersama Jokowi sebagai capres.

” PPP cermati semua tokoh-tokoh itu. Utamanya Jokowi . Kalau Allah menakdirkan, tidak ada kata lain kecuali iya,” kata Suryadharma Ali seusai acara pembekalan caleg PPP di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2013 silam.***