upah.co.id – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasdem, M Taufik membela Gubernur Anies Baswedan terkait commitment fee Formula E yang sudah dibayarkan untuk tiga musim balapan hingga 2024.

Padahal, masa jabatan Anies Baswedan akan habis pada Oktober 2022.

Menurut M Taufik, keputusan Pemerintah DKI Jakarta membayar tiga musim balapan itu bagus. Sebab, Anies Baswedan memberikan kesempatan untuk penggantinya.

“Ya enggak, bagus dong. Dia kan memberikan kesempatan kepada Gubernur yang akan datang untuk mengangkat derajat Jakarta, enggak ada masalah,” kata M Taufik saat ditemui awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (8/9/2022).

Taufik mengatakan, commitment fee tersebut tidak masalah sudah dibayarkan terkait program yang dilaksanakan setelah masa jabatan Anies Baswedan habis.

Sebab, pembayaran tersebut diperuntukkan program berupa event.

Oleh karena itu, menurut Taufik, langkah yang diambil Anies Baswedan terkait Formula E harus diapresiasi.

“Kecuali, misalnya gini, bangunan, itu yang enggak boleh. Kalau event-event boleh, bagus dong,” ujar mantan politisi Partai Gerindra itu.

M Taufik mengatakan, tidak terdapat masalah terkait pembayaran Formula E yang bersumber pada APBD DKI Jakarta.

Pasalnya, anggaran itu disebut sudah diketok palu sejak 2019.

Sementara itu, terkait boleh tidaknya APBD digunakan untuk kegiatan bisnis, menurut Taufik juga tidak masalah.

Adapun terkait sorotan KPK terhadap penggunaan dana pemerintah untuk kegiatan bisnis itu hanyalah menjadi trigger atau pemicu agar ke depan diserahkan ke BUMD.

“Setahu saya begitu loh. Kan sudah sah, APBD itu sah loh, itu Perda APBD itu,” ujar Taufik.

Sebelumnya, KPK memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai keterangan terkait Formula E.

Ditemui sebelum pemeriksaan Anies, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut gubernur itu akan dimintai keterangan terkait penawaran awal Formula E, perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, hingga hasilnya.

Alexander Marwata menyoroti sejumlah hal seperti boleh tidaknya anggaran APBD digunakan untuk kegiatan bisnis dan pembayaran commitment fee untuk tiga musim hingga 2024. Padahal, masa jabatan Anies habis tahun ini.

“Ketika ada peraturan yang dilanggar atau penyalahgunaan kewenangan ada kerugian negara, kan begitu,” kata Alex, Selasa (6/9/2022).

Sementara itu, usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam pada Rabu (7/9/2022), Anies Baswedan mengaku senang telah membantu KPK.

Ia lantas menceritakan berbagai bantuan yang pernah diberikan kepada KPK maupun pemberantasan korupsi sejak masih bertugas di Universitas Paramadina hingga Gubernur DKI Jakarta.

“Saya ingin sampaikan senang sekali bisa kembali membantu KPK dalam menjalankan tugasnya” kata Anies Baswedan saat ditemui awak media di Gedung Merah Putih KPK.