Beli Kereta Produksi INKA, KCI Siapkan Rp 4 Triliun

upah.co.id – PT Kereta Commuterline Indonesia ( KCI ) menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk pengadaan 16 rangkaian kereta produksi PT INKA.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, langkah ini dilakukan mengingat ada 10 rangkaian KRL Jabodetabek di tahun 2023 dan 19 rangkaian di tahun 2024 yang akan dipensiunkan.

“Saat ini kita siapkan hampir Rp 4 triliun buat yang baru sebanyak 16 trainset (rangkaian kereta),” kata Anne saat ditemui di kantor KCI, Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Anne mengatakan, kerja sama dalam pengadaan 16 rangkaian kereta produksi PT INKA tersebut akan terpenuhi di tahun 2025-2026.

Di sisi lain, lanjut dia, KCI juga akan melakukan impor KRL bekas pakai asal Jepang sebagai kereta pengganti mengingat ada 10 rangkaian KRL yang dipensiunkan di tahun 2023 ini.

“Untuk yang (impor KRL) bekas karena belum mendapat izin, kami anggarkan sekitar Rp 140 miliar – Rp150 miliar untuk persiapan KRL bukan baru. Tetapi ini masih ada negosiasi, belum ada izin,” ujarnya.


Anne mengatakan, KCI sudah mengajukan izin permohonan impor KRL ke tiga kementerian yaitu, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu).

Kemudian, dari Dirjen Daglu langsung bersurat kepada Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian.

“Kami sudah melakukan (izin impor KRL bekas) secara teknis adalah ke Kemenhub dan sudah kami dapatkan. Kemudian selanjutnya untuk impornya itu ke Kementerian Perdagangan. Kementerian perdagangan akan mendapatkan rekomendasi, jadi kami tidak langsung ke Kementerian Perindustrian tetapi melalui Kemendag, tetapi sampai saat ini belum diberikan izin untuk impor KRL,” tuturnya.

Lebih lanjut, Anne mengatakan pihaknya menyiapkan strategi jika izin impor KRL tak kunjung diterbitkan pemerintah, salah satunya yaitu melakukan rekayasa operasional.

Selain itu, melakukan pemeliharaan (maintenance) KRL yang membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Kemudian upaya-upaya seperti maintenance tadi update teknologi kami buka kesempatan, tetapi ini kan persiapannya cukup panjang dan kami juga berupaya untuk terus mengkomunikasikan kepada stakeholder sehingga kita dapat solusi yang tepat, karena masyarakat kita mobilisasinya meningkat,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!