upah.co.id – Setelah pengunduran diri Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris , posisi tersebut secara resmi digantikan oleh Liz Truss pada hari ini, 6 September 2022.

Setelah bertemu dengan Ratu Elizabeth di Balmoral, Lizz Truss telah resmi menjadi perdana menteri baru di Inggris, ia diminta untuk memimpin pemerintahan menggantikan Boris Johnson .

Wanita berumur 47 tahun tersebut merupakan perdana menteri inggris ke 56 dan menjadi pemimpin wanita ketiga dalam pemerintahan Inggris.

Sebelum diangkat menjadi Perdana Menteri, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri untuk Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan sejak 15 September 2021.

Pada 10 september 2019 diangkat menjadi Menteri perempuan dan Kesetaraan dan terpilih sebagai anggota parlemen Konservatif untuk barat daya Norfolk pada tahun 2010.

Pemilik nama lengkap Elizabeth Truss ini pernah menempuh pendidikan filsafat, politik dan ekonomi di Merton College, Oxford, Inggris.

Ia memasuki parlemen pada tahun 2010, lalu diangkat sebagai Wakil Sekretaris Negara untuk Pendidikan dan Perawatan Anak Parlemen pada September 2012.

Pada Juni 2014 hingga Juli 2016, Liz menjabat sebagai Sekretaris Negara untuk lingkungan, pangan dan pedesaan.

Ia merupakan Lord Chancellor dan Secretary of State For Justice pada Juli 2016 hingga Juni 2017, lalu menjadi Chief Secretary to the Treasury hingga Juli 2019.

Untuk karier di luar politik, sebelumnya ia merupakan wakil direktur di Reform. Juga bekerja di bidang industri energi dan telekomunikasi selama 10 tahun sebagai manajer komersial dan direktur ekonomi, dan merupakan akuntan manajemen yang berkualitas.

Dilansir dari situs The Guardian, tim dari Truss telah memperbaharui profil Twitternya dengan menggunakan peran barunya.

Dalam deskripsinya tertulis Prime Minister of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland. Leader of the Conservative Party. MP for South West Norfolk.

Penunjukan kabinet utama diharapkan akan dilakukan pada Selasa, dengan peran para junior akan menyusul dalam beberapa hari mendatang.

Truss diperkirakan akan menunjuk kabinet loyalis seperti Kwasi Kwarteng sebagai rektor, James Cleverly sebagai Menteri Luar Negeri, dan Suella Braverman sebagai Menteri Dalam Negeri.***