upah.co.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat situasi banyak pekerja terhimpit. Tanpa adanya kenaikan gaji, pekerja bakal ikut kesulitan. Namun ternyata, kalangan pengusaha kos-kosan memberi sinyal bakal menaikkan gaji pegawainya.

“Gaji pegawai kost pasti akan dinaikkan lagi. Bahkan sebelum BBM naik, gaji karyawan sudah naik. Komposisi gaji yang salah satunya terdiri dari upah harian itu sudah mengalami kenaikan bertahap sejak harga minyak goreng melonjak naik yang sampai sekarang harga masih tinggi,” kata Ketua Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) Florencia Irene kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/9/22).

Ketika harga minyak goreng melonjak, biaya kebutuhan pokok bagi pekerja kian kesulitan. Setelah ada kenaikan BBM, bayangan kenaikan harga bapok semakin jelas terlihat.

“Apalagi kenaikan BBM ini akan berpengaruh terhadap harga pangan. Kesejahteraan karyawan tentu harus dicukupkan setidak-tidaknya kenaikan BBM ini tidak berpengaruh ke sisa tabungan mereka setelah dibelanjakan untuk makan,” sebut Florencia.

Kalangan pengusaha kos mengungkapkan bahwa penyesuaian harga bisa mencapai 10%. Kenaikan harga BBM berimbas ke kenaikan biaya transportasi, maka harga barang-barang juga akan naik karena beban biaya transport dan manufaktur barang-barang tersebut, termasuk pada harga peralatan kebersihan kost seperti eterjen, karbol, pembersih lantai, kaca. Tidak ketinggalan juga peralatan IT kost seperti kabel, instalasi cctv, internet, serta router.

“Dan juga termasuk pengadaan, maintenance dan pembaharuan interior kost seperti AC dan instalasinya, tempat tidur, lemari. Sehingga otomatis, margin kost juga akan semakin berkurang lagi. Sehingga dengan berat hati, sewa kost juga akan ikut naik apabila kenaikan BBM ini dibarengi semua kenaikan COGS Cost Of Goods Sold) tersebut,” lanjut Florencia.