upah.co.id – Capaian Imunisasi Campak Rubella di Sulawesi Selatan pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 baru di angka 74,1 persen dari data terakhir hingga Senin, 5 September 2022.

Pencapaian ini masih berada di bawah target yang diberikan, yakni 95 persen, sementara pelaksanaan BIAN segera berakhir pada 13 September mendatang. Meski demikian, capaian tersebut mencatatkan Sulsel sebagai provinsi ke dua tertinggi cakupan BIAN 2022 setelah Provinsi Lampung.

Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Perwakilan UNICEFdi Sulsel masih terus berusaha untuk memenuhi hak anak dalam bidang kesehatan, termasuk pada wilayah terpencil.

Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya tiga daerah yang pencapaiannya di atas 95 persen, masing-masing Kabupaten Pinrang 99,59 persen, Barru 98 persen, dan Luwu 97,39 persen.

Sementara tiga daerah dengan cakupan terendah, yakni Kabupaten Enrekang 61,82 persen, Wajo 61,74 persen, dan Kota Makassar 53,44 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nani mengakui bahwa capaian Makassar terhadap imunisasi BIAN 2022 masih rendah jika dibandingkan daerah lainnya di Sulsel.

Hal itu lantaran sasaran Kota Makassar terbilang jauh lebih banyak dibanding kabupaten/kota lainnya yakni sekitar 290 ribu. Sementara waktu yang diberikan untuk menjangkau sasaran dinilai cukup singkat.

“Sasarannya kami yang paling banyak se Sulsel kalau dari Pusat. Tentu SDM yang kita butuhkan lebih banyak dan waktu terlalu mepet untuk melakukan imunisasi kepada orang sebanyak itu,” kata dia.

Sebagai salah satu strategi untuk menggenjot imunisasi campak rubella di Makassar, Dinkes Makassar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan lantaran masih banyak warga yang enggan melakukan imunisasi pada awal giat BIAN 2022.

“Memang masih ada yg segan dan kita mengulang kembali menyasar yg belum bisa. Jadi kita ulangi lagi,” katanya.

UNICEF Indonesia yang berkedudukan di Makassar bersama Dinas Kesehatan Sulsel telah melibatkan semua pihak terkait untuk menggenjot capaian imunisasi tambahan Campak Rubella. Mulai dari pemerintah daerah, PKK, kepala desa, pihak media massa dan berbagai tokoh agama.*