upah.co.id – Pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) sipil besar China Wing Loong-2H dikerahkan untuk mendukung komunikasi darurat pascagempa bermagnitudo 6,8 melanda Provinsi Sichuan, China barat daya, pada Senin (5/9), demikian menurut pengembang UAV tersebut.

Wing Loong-2H dikirim untuk menjalankan misi itu setelah gempa mengguncang wilayah Luding di Sichuan pada Senin pukul 12.52 waktu setempat, yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan dan jalan.

UAV besar itu terbang ke area misi yang telah ditentukan pada Senin pukul 18.44 waktu setempat dan mulai memberikan dukungan survei dan komunikasi darurat, kata Aviation Industry Corporation of China (AVIC), produsen pesawat terkemuka di negara itu.

UAV besar tersebut membantu membangun jaringan komunikasi udara dan mengirim gambar secara langsung (real-time) dari daerah yang dilanda gempa, mendukung pekerjaan bantuan dan memastikan operasi penyelamatan yang efektif.

Wing Loong-2H memiliki beberapa fitur seperti kemampuan jarak jauh, daya tahan lama, muatan besar, dan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang kuat, sehingga memungkinkan untuk melayani beragam misi di wilayah yang dilanda bencana ekstrem ketika lalu lintas, suplai daya, dan komunikasi jaringan terganggu, menurut AVIC.

Total 66 orang tewas akibat gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Luding dan wilayah sekitarnya pada Senin. Sebanyak 15 orang hilang dan 253 terluka, kata otoritas setempat Selasa (6/9).

Sichuan telah mengaktifkan level tanggap darurat tertinggi untuk gempa bumi.

Berdasarkan sistem UAV Wing Loong-2, AVIC mengembangkan Wing Loong-2H untuk secara khusus melayani kebutuhan bantuan darurat dan penyelamatan dengan melaksanakan misi seperti survei bencana, dukungan komunikasi darurat dan pengiriman pasokan.

Wing Loong-2H telah melakukan berbagai misi bantuan dan secara bertahap diintegrasikan ke dalam sistem penyelamatan darurat, membantu meningkatkan kemampuan penyelamatan darurat negara itu, kata AVIC.

Sebelum pengaplikasian terbaru, beragam model UAV sipil besar Wing Loong telah menunjukkan kapabilitas dan adaptasi mereka dalam melayani berbagai misi di antaranya pemulihan telekomunikasi, pengamatan meteorologi laut, dan perlindungan ekologi.