upah.co.id – PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mencatat laba bersih Rp 22,33 miliar pada semester pertama 2022. Nilai tersebut turun sebesar 69% dari periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 72,09 miliar.

Mengutip laporan keuangan perseroan, pendapatan BOLA sejatinya meroket sebesar 393,62% menjadi Rp 174,89 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 35,43 miliar.

Kemudian, beban operasi perseroan naik 132% menjadi Rp 155,58 miliar pada akhir Juni 2022 dari tahun lalu pada periode uang sama yaitu sebesar Rp 68,04 miliar.

Meski beban tersebut naik signifikan, BOLA masih mampu mencatat laba kotor Rp 19,34 miliar dari sebelumnya rugi 31,60 miliar.

Akan tetapi, BOLA hanya mencatat pendapatan keuangan Rp 6,11 miliar paruh pertama tahun ini. Nilai ini anjlok sekitar 94% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 111,5 miliar.

Imbasnya, laba tahun berjalan anjlok 63,59% menjadi Rp 25,5 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 70,04 miliar. Penurunan ini yang turut mengurangi perolehan laba BOLA.

Informasi saja, BOLA merupakan emiten milik pengusaha Pieter Tanuri dengan kepemilikan 40,54%. Selain Pieter, Asuransi Central Asia dan Ayu Patricia Rachmat juga memiliki masing-masing 8,88% dan 5,08% saham BOLA. Sisa 45,50% saham dimiliki masyarakat.