upah.co.id – Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang , Sumatera Utara telah menangkap dua orang tersangka pencurian pengendali banjir, Manhole Cover .

Tak tanggung-tanggung, ternyata harga pengendali banjir tersebut bernilai Rp90 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang Komisaris Polisi Tri Wahyudi saat dikonfirmasi pada Selasa, mengatakan kedua tersangka tersebut merupakan warga Lorong Serengam Kecamatan Ilir Barat II, Palembang .

Kedua tersangka yang diduga mencuri alat tersebut diketahui bernama M Pendi (36) dan Novriansyah (34).

Tim antibandit Polrestabes Palembang menangkap kedua tersangka dalam operasi penyergapan di rumah masing-masing pada Senin, 5 September 2022 malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Tri menuturkan, bahwa pihaknya terpaksa untuk melumpuhkan sebelah kaki mereka dengan senjata api karena hendak melawan aparat dan juga berusaha kabur.

“Sudah diringkus untuk dimintai keterangan lebih lanjut di mapolres. Dalam penangkapan malam tadi terpaksa melumpuhkan sebelah kaki mereka (dengan tembakan senjata api), karena melawan aparat dan berusaha kabur,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, kedua tersangka tersebut mencuri sebanyak 45 unit Manhole Cover milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) provinsi setempat.

Menurut Tri, dari hasil pengakuan tersangka barang curian tersebut sudah dijual senilai Rp150.000 per unit.

Puluhan Manhole Cover yang telah dicuri oleh kedua tersangka merupakan alat yang terbuat dari besi yang sengaja dipasang pemerintah di sejumlah Jalan dalam Kota Palembang untuk menutup lubang saluran pembuangan air sebagai pengendali banjir.Tri menuturkan, alat tersebut sangat penting keberadaannya mengingat Kota Palembang merupakan daerah dataran rendah yang berdampingan dengan aliran sungai dan rawan terjadinya banjir.

Dalam pencurian yang telah dilakukan oleh tersangka, polisi menyita barang bukti sebanyak dua Manhole Cover , satu buah gerobak pengangkut, dan satu buah martil dan obeng.

Menurut Tri, atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama lima tahun.***