upah.co.id – Sementara itu, haid adalah hal yang sangat wajar terjadi pada kaum hawa di setiap bulan. Pada dasarnya, haid merupakan suatu proses meluruhnya dinding rahim ketika di dalam sel telur tidak terjadi pembuahan.

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk membaca doa pertama haid. Mengamalkan doa pertama haid menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan karena doa yang dopanjatkan tak lain dilakukan untuk meminta perlindungan dan ampunan dari Allah SWT.

Selain itu, ada pula sejumlah amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan selama masa haid khusus untuk kaum hawa. Lantas, bagaimana bacaan doa pertama haid hingga amalan-amalan sunnah lainnya? Simak ulasan selengkapnya pada artikel berikut ini.

1. Doa pertama haid

Alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa.”

Saat hari pertama haid sebagian besar perempuan akan mengalami nyeri pada perutnya. Nyeri yang dirasakan oleh setiap perempuan berbeda-beda. Beberapa diantaranya merasakan nyeri biasa hingga nyeri yang luar biasa.

Berikut ini bacaan doa yang bisa dipanjatkan saat mengalami nyeri haid:

Allahumma adzhibil ba’sa rabban naasi wasyfi fantasy syaafii laa syiffaa ‘ansyifaa ‘an laa yughaadiru saqama.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR. Bukhari).

3. Doa selama haid

Ketika haid atau menstruasi, seorang wanita tidak boleh melakukan shalat, membaca Al-quran, memasuki masjid, berpuasa, tawaf dan berhubungan suami istri. Namun, mereka tetap boleh memanjatkan doa dan dzikir. Tentu saja hal ini supaya tetap dilindungi dan dirahmati Allah SWT.

Di bawah ini salah satu bacaan dzikir yang dianjurkan untuk diamalkan seorang perempuan ketika ia sedang haid:

Rabbij’al muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa.

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Selain memanjatkan doa dan dzikir, seorang perempuan juga dapat mengerjakan amalan-amalan sunnah ketika mengalami haid. Sama seperti saat membaca doa ketika haid pertama, mengerjakan amalan sunnah saat haid juga akan meningkatkan iman dan takwa seorang muslim.

Adapun beberapa amalan yang dapat dikerjakan saat haid, antara lain yaitu:

• Bersalawat

Bersalawat merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan seorang perempuan untuk tetap dekat dengan Allah SWT saat sedang mengalami haid. Melafalkan salawat ini juga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

• Berzikir

Selain salawat, berdzikir juga menjadi salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh para muslimah saat sedang haid. Seorang wanita dapat mengamalkan zikir dengan bacaan doa datang haid yang telah disebutkan di atas.

• Mendengarkan ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an

Saat sedang haid, perempuan dilarang untuk membaca Al-Qur’an. Walaupun demikian, perempuan yang sedang haid tetap bisa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dengan mendengarkan Al-Qur’an, kaum hawa yang sedang haid tetap akan mendapatkan pahala.

• Bersedekah

Amalan selanjutnya yaitu bersedekah. Sedekah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk senantiasa mengingat Allah SWT. Seorang perempuan yang haid bisa memberikan sedekah dalam bentuk uang hingga tenaga.

Demikian tadi ulasan mengenai bacaan doa pertama haid hingga amalan-amalan sunah yang dapat dikerjakan oleh seorang perempuaj ketika haid. Jangan lupa untuk mengamalkannya!