upah.co.id – Sejumlah terpidana kasus korupsi menjalani bebas bersyarat hari ini, Selasa, 6 September 2022.

Nama-nama narapidana kasus korupsi yang menjalani bebas bersyarat ada Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali. Kemudian mantan Hakim MK Patrialis Akbar.

Keduanya menjalani bebas bersyarakat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Kota Bandung.

Suryadharma Ali merupakan melakukan korupsi ibadah haji periode 2010-2013. Dia dihukum penjara pada 2016 dengan masa tahanan enam tahun.

Sementara, Patrialis Akbar menerima suap sebesar 10 ribu dolar AS. Dia tersandung kasus suap memengaruhi putusan uji materi UU nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

“Masih bebas bersyarat masih wajib lapor tentu di situ ada aturan yang diatur oleh Bapas,” ujar Kepala Lapas Sukamiskin Elly Yuzar.

Selain Surya Dharma Ali dan Patrialis Akbar, mantan Gubernur Jambi Zumi Zola juga menjalani bebas bersyarat hari ini.

Zumi Zola divonis 6 tahun penjara pada Desember 2018 karena terbukti menerima gratifikasi puluhan miliar rupiah saat menjabat Gubernur Jambi.

Pinangki Sirna Malasari atau yang dulu dikenal dengan sebutan Jaksa Pinangki juga menjalani bebas bersyarat .

Mantan jaksa itu disebut telah memenuhi syarat administratif dan substantif sehingga memeroleh bebas bersyarat .

Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjepas) Kemenkumham Rita Aprianti mengatakan Pinangki telah menjalani masa pidana atau melewati dua per tiga dari masa pidananya.

Menurut Rita, Pinangki saat ini berstatus sebagai klien balai pemasyarakatan (bapas). “Jadi masih klien, belum bebas ya,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa, 6 September 2022.

Terkait kasus yang menjerat Pinangki , mantan jaksa itu divonis bersalah karena membantu terpidana korupsi Djoko Tjandra lolos dari hukuman dengan mengajukan Peninjauan Kembali alias PK.

Mulanya, Pinangki divonis 10 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakpus. Tetapi, Pengadilan Tinggi Jakarta memangkasnya jadi 4 tahun penjara. Jaksa dan Pinangki tidak mengajukan kasasi atas vonis itu.

Kabar Pinangki yang menjalani bebas bersyarat mendapat respons publik, salah satunya datang dari publik figur sekaligus komika Ernest Prakarsa.

Lewat cuitannya pada media sosial Twitter @ernestprakarsa, dia menilai kasus korupsi di Indonesia sulit diberantas.

“Divonis 10 tahun, kasasi, dikurangin jadi 4 tahun, jaksa nggak banding. Setelah 2 tahun, bebas bersyarat . Emang Indonesia ini iklimnya kondusif buat jadi koruptor, jadi jangan mimpi korupsi bisa diberantas,” ujarnya.

Sementara, terpidana korupsi lainnya yang juga menjalani bebas bersyarat hari ini adalah mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.***