upah.co.idDi tengah krisis Taiwan – China , Filipina telah menyatakan akan mengizinkan pasukan AS untuk menggunakan pangkalan militernya jika terjadi konflik Taiwan .

Pernyataan itu dibuat oleh duta besar Filipina untuk AS , Jose Manuel Romualdez dengan catatan jika itu penting, dan untuk keamanan Filipina sendiri.

Jose Manuel Romualdez sendiri merupakan kerabat Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan memiliki pengaruh yang cukup besar di koridor kekuasaan Filipina .

Romualdez meminta agar kedua negara melakukan lebih banyak dialog untuk mengurangi ketegangan.

Dilaporkan Wio News, Romualdes sedang dalam pembicaraan ke Washington untuk meningkatkan jumlah pangkalan militer yang dapat digunakan pasukan AS di wilayah Filipina .

Perjanjian kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan yang ditandatangani pada tahun 2014 memungkinkan AS mempertahankan kehadiran militer dengan bergilir di lima pangkalan Filipina .

Keputusan ini muncul dilatarbelakangi Presiden AS , Joe Biden mengumumkan menjual senjata lebih dari satu miliar USD ke Taiwan dan dua kapal perang AS yang berlayar melewati selat Taiwan .

Hal ini membuat Cina kecewa dan memperingatkan Joe Biden untuk menjauh dari Taiwan dan tidak mencampuri usuran kebijakan “Satu Cina”. Namun sejak bulan Agustus, Amerika mengambil pendekatan dengan agresif.

Filipina sendiri mengambil sikap netral terhadap status Taiwan , konflik atas Taiwan juga memberi pengaruh kepada Filipina karena akan mengganggu jalur perdagangan baik melalui laut maupun melalui udara di sekitar Filipina .

Seperti awal bulan Agustus, ketika Cina melakukan latihan militer tembakan langsung sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan , salah satu daerah latihan tersebut membentang ke zona ekonomi eksklusif Filipina .

Ketika militer AS berusaha untuk mendistribusikan pasukan di sepanjang apa yang disebut rantai pulau pertama yang membentang dari Jepang ke Asia Tenggara, membuat kepentingan geopolitik Filipina semakin meningkat. (Sintania Nur Amalia)***