upah.co.id – Pabrik baru ini nantinya akan memproduksi jenis baterai pouch-type yang akan disuplai untuk pabrik perakitan kendaraan listrik Honda di kawasan Amerika Utara. Seiring dengan semakin meningkatnya tren kendaraan berbasis elektrik di wilayah ini. Demikian dikutip dari rilis Honda sebagaimana diterima Suara.com.

Groundbraking akan berlangsung awal 2023, dengan target produksi massal advanced Lithium-ion battery cells pada akhir 2025.

Youngsoo Kwon, Chief Executive Officer atau CEO LG Energy Solution mengatakan, peresmian kerja sama dengan Honda selain dapat meningkatkan reputasi brand juga dapat menjadi tonggak kerja sama jangka panjang. Tujuannya mendukung tren elektrifikasi yang berkembang secara pesat di kawasan Amerika Utara.

“Karena tujuan utama kami adalah mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat pelanggan kami yang berharga, kami bercita-cita memposisikan diri kami sebagai penyedia baterai terkemuka, dan kami bekerja bersama Honda,” ujar Youngsoo Kwon, dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, tujuan kerja sama dengan Honda adalah mencapai inisiatif untuk elektrifikasi, serta menyediakan solusi energi berkelanjutan bagi konsumen.

Sedangkan Toshihiro Mibe, President, CEO and Representative Director of Honda Motor Co., Ltd. mengatakan bahwa Honda terus berupaya untuk mewujudkan netralitas karbon bagi semua produk. Termasuk aktivitas perusahaannya pada 2050 sesuai visi perusahaan.

“Honda berkomitmen untuk mewujudkan pengadaan baterai EV, komponen penting bagi EV. Inisiatif dengan LGES sebagai produsen baterai global terkemuka akan menjadi bagian dari pendekatan Honda di wilayah Amerika Utara,” jelasnya.

Sebagai tambahan, Honda juga telah menyampaikan rencana globalnya untuk meluncurkan 30 model mobil berbasis listrik pada 2030. Sedangkan volume produksi mencapai 2 juta unit setiap tahunnya.

Selain itu, Honda juga berusaha mewujudkan netralitas karbon untuk semua lini produk serta aktivitas perusahaannya pada 2050.