upah.co.id – HUB.ID Summit, acara yang dihelat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengembangkan ekosistem startup, berhasil memenuhi target pertemuan bisnis startup dan para modal ventura selama dua hari pelaksanaannya.

Adapun jumlah pertemuan bisnis yang telah tercipta mencapai 803 pertemuan dengan 2.200 peserta yang mengajukan pertemuan bisnis dengan para calon pemodal.

“Ada 803 pertemuan sampai sore ini dari total 2.200 peserta yang me-request (pertemuan bisnis). Tapi kita izinkan 800 pertemuan, agar ini efektif nih pertemuannya,” ujar Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Pertemuan bisnis itu memungkinkan startup untuk bisa mengenalkan dan menjabarkan model bisnis mereka kepada para modal ventura sebagai calon investor dengan harapan bisa mendapatkan pendanaan.

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan dalam HUB.ID Summit memang tidak ditargetkan bahwa startup bisa langsung mendapatkan investasi karena menurutnya transaksi pendanaan membutuhkan waktu pembahasan dalam jangka panjang.

Ia berharap agar dari 803 pertemuan yang sudah disiapkan para startup bisa menjaga hubungan baik hingga akhirnya pendanaan bisa tercapai.

Adapun startup yang mengikuti HUB.ID Summit berjumlah sebanyak 80 usaha yang berasal dari lima sektor bisnis yaitu enterprise and goverment technology, agriculture technology, health technology, social commerce and SME enablers, dan Web 3.0.

Para startup yang mengikuti pertemuan ini masuk dalam tahapan pendanaan Preseed dan Preseries A.

Selain pertemuan bisnis, para startup juga mengikuti acara diskusi panel terkait pengembangan ekosistem startup dan kemajuan teknologi digital.

Berkaca dari antusiasme positif para partisipan baik dari perusahaan rintisan, modal ventura, maupun rekanan bisnis lainnya maka acara HUB.ID Summit disiapkan menjadi acara rutin tahunan.

Sehingga nantinya acara ini menjadi acara berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan ekosistem startup di Tanah Air serta mampu berkontribusi pada percepatan transformasi digital nasional.