upah.co.id – 2>

Tuna : Ikan tuna tidak mengandung satu gram pun karbohidrat, namun memiliki kandungan satu kalori per gram.

Salmon : Dalam menyediakan energi, ikan salmon lebih dominan daripada tuna.

Satu porsi ikan salmon 200 gram memberikan jumlah vitamin B6 dan B12 yang lebih dari kebutuhan gizi harian.

Kedua vitamin tersebut membantu tubuh melepaskan energi dari sisa makanan yang dimakan.

Manfaat bagi otot

Tuna: Satu porsi ikan tuna 100 gram memberikan protein 23,4 gram, lebih unggul daripada salmon yang hanya mengandung 19,8 gram protein.

Dari sekian banyak ikan laut, tuna termasuk memiliki kandungan protein yang banyak.

Salmon: Protein bukan satu-satunya bahan pembentuk otot.

Temuan dari peneliti di Texas A&M University mengungkap, pria dengan asupan kolesterol sedang memiliki peningkatan otot yang lebih baik.

Hasil ini dibandingkan dengan peserta yang menjalani diet rendah kolesterol, terlepas dari asupan protein mereka.

Para peneliti berpendapat, kolesterol dapat membantu dalam perbaikan otot.

Kadar kolesterol salmon sebesar 55 miligram, jauh lebih banyak daripada ikan tuna (44 miligram).

Mendukung proses pemulihan setelah olahraga

Tuna: Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melaporkan, ikan tuna memiliki kadar merkuri 27 kali lipat lebih banyak dibandingkan ikan salmon.

Kadar merkuri dalam kedua ikan tersebut dinilai tidak terlalu berbahaya. Namun, disarankan untuk mengonsumsi salmon setelah berolahraga, alih-alih ikan tuna.

Salmon: Satu porsi salmon 100 gram mengandung asam lemak omega-3 sekitar 2.018 miligram. Bandingkan dengan tuna yang hanya memiliki 243 miligram asam lemak omega-3.

Studi yang dimuat dalam European Journal Of Clinical Nutrition menemukan, asam lemak ini membantu menjaga peradangan tetap rendah, sehingga mempermudah proses pemulihan pasca latihan.

Pemenangnya: ikan salmon

Dalam memberikan manfaat bagi otot dan pemulihan, ikan salmon lebih baik daripada ikan tuna.