upah.co.id – Liz Truss telah terpilih untuk menggantikan Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris . Truss akan bertemu Ratu Elizabeth II pada Selasa (6/9) di mana dia akan secara resmi diangkat sebagai perdana menteri.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (6/9/2022), Johnson dan Truss akan melakukan perjalanan untuk menemui Ratu Elizabeth II yang tengah beristirahat di Kastil Balmoral di Skotlandia. Biasanya pertemuan ini digelar di Istana Buckingham, namun kali ini berbeda seiring Ratu berusia 96 tahun itu telah melewatkan banyak acara di kalender kerajaan karena kondisi kesehatannya.

Dalam pertemuan secara private dengan Ratu, Johnson akan mengajukan pengunduran dirinya. Dilanjutkan kemudian dengan Truss yang akan menemui Ratu untuk meminta izin untuk membentuk pemerintahan. Pertemuan tersebut juga bersifat private.

Dalam pertemuan yang akan berlangsung sekitar 30 menit itu, Ratu Elizabeth akan meminta Truss, sebagai pemimpin partai terbesar di parlemen, untuk membentuk pemerintahan.

Setelah itu Truss akan kembali ke ibu kota Inggris, London sebagai perdana menteri ke-56 Inggris, di mana dia akan menyampaikan pidato pertamanya sebagai pemimpin Inggris. Pidato tersebut diperkirakan akan berlangsung di luar kantor Perdana Menteri di Downing Street pada Selasa sore waktu setempat — jika cuaca memungkinkan.

Sebelumnya, Johnson telah menyampaikan pidato perpisahan singkat selama tujuh menit dari kediaman resmi Perdana Menteri di Downing Street. Johnson pun menjanjikan dukungan kuat untuk penggantinya, Truss.

Johnson yang masa jabatannya didominasi oleh Brexit dan COVID-19, kemudian dipersingkat oleh rentetan skandal, mengucapkan selamat tinggal dengan disambut sorakan dan tepuk tangan oleh para pendukungnya.

Dalam pernyataan bergaya retorika yang menjadi ciri khasnya, Johnson membandingkan dirinya dengan ‘salah satu roket pendorong yang telah memenuhi fungsinya’ dan akan terjatuh ‘di sudut Pasifik yang terpencil dan tidak jelas’.

Namun, Johnson berjanji akan mendukung Truss, yang menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam pemerintahan sebelumnya.

“Saya akan mendukung Liz Truss dan pemerintahan baru di setiap langkah,” tegas Johnson.

Lebih lanjut, Johnson mendesak Partai Konservatif yang menaunginya dan kini berkuasa di Inggris untuk mengesampingkan perbedaan demi mengatasi krisis energi yang tampaknya akan mendominasi masa jabatan Truss nantinya.