upah.co.id – Penyelesaiannya tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan tengah ditunggu banyak pihak. Bagaimana tidak, tol ini digadang-gadang dapat menjadi obat kemacetan yang sering terjadi di jalur utama Jakarta-Bandung.

Jika tersambung sepenuhnya, jalan tol ini dirancang mencapai 62 km, yang diharapkan bisa mengurangi beban lalu lintas Jakarta-Cikampek saat ini. Japek II Selatan disebut-sebut bisa memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung jadi kurang dari 1 jam.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Japek Selatan, Bambang Sulistyo mengatakan tol ini juga akan menambah akses yang eksisting saat ini yakni Tol Layang Mohammed Bin Zayed dan sisi bawah yang lebih dahulu ada.

“Ini menjadi pertemuan Jakarta dan Cipularang. Rencana kecepatan maksimum di sini 80 km per jam dan ini jaraknya 62 km. Jadi, sekitar 45 menit nyampe Jakarta-Bandung. Lebih cepat,” ujar Bambang dikutip Sabtu (10/9/2022).

Tol ini juga terhubung dengan jaringan jalan tol JORR 2 yakni tol Cimanggis-Cibitung dan tol Purbaleunyi. Sehingga kendaraan yang berasal dari kawasan BSD sampai Pondok Indah tidak perlu lagi memutar di simpang Cikunir, namun bisa langsung mengarah ke Jatiasih Bekasi, hingga tembus kawasan Sadang Purwakarta.

Jika sudah beroperasi penuh nantinya tarif melewati ruas tol ini akan dikenakan sebesar Rp77.500 untuk kendaraan golongan I. Besaran tarif itu perhitungan kasar di mana tarif yang direncanakan adalah Rp1.250 per km.

Sementara itu, berdasarkan pengukuran via Google Maps, jarak pintu gerbang tol Jatiasih melalui jalur tol eksisting Jakarta-Cikampek sampai Sadang kurang lebih 72 kilometer.

Sedangkan jarak pada tol Japek II Selatan hanya 62 km dari SS Jatiasih STA0 + 000 – SS Sadang. STA 60+992 Artinya dengan melewati tol Japek II selatan ini bisa memangkas jarak perjalanan kurang lebih sampai 10 km.

Namun waktu tempuh kurang lebih 1 jam ini hanya menghitung perjalanan dari Jatiasih, Kota Bekasi, menuju wilayah Sadang, Purwakarta. Sedangkan untuk menuju Kota Bandung masih perlu menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer lagi.

Proyek jalan tol Japek II Selatan ini diprediksi menelan investasi senilai Rp14,69 triliun dengan masa konsesi 35 tahun. Jika sudah rampung, ruas tol ini akan memiliki 7 titik gerbang tol (GT). Yaitu, GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.

Pembangunan proyek ini memang sedang dikebut, terutama untuk paket 3 yang dijadwalkan bisa beroperasi penuh di awal tahun 2023. Sedangkan untuk untuk paket dipatok selesai pada 2024 dan 2028 mendatang.

Berikut rinciannya:

Paket 1 dari Jati Asih-Setu Sta 0+00 sampai dengan Sta 9+300 sepanjang 9,3 kilometer yang meliputi wilayah kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor, masih belum memulai konstruksi. Namun progres pembebasan lahan sudah mencapai 3,61% ditargetkan beroperasi pada Januari 2028 mendatang.

Paket 2 dari Setu-Taman Mekar Sta 9+300 sampai 34 – 150 sepanjang 24,85 km, yang meliputi wilayah kabupaten Bekasi, juga belum memulai konstruksi. Tapi progres pembebasan lahan sudah mencapai 54,63%, ditargetkan beroperasi pada Januari 2024 mendatang.

Paket 3 dari Taman Mekar menuju Sadang Sta 9 + 300 sampai dengan 34 + 150 sepanjang 24,85 km, meliputi wilayah Kabupaten Karawang, dan Purwakarta sudah hampir rampung.