upah.co.id – Negeri Kim Jong Un, ternyata “penyelamat” pasukan Presiden Vladimir Putin. Korea Utara (Korut) akan menjual jutaan peluru artileri dan roket ke Rusia.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat persenjataan negara itu yang saat ini sedang berperang dengan Ukraina. Diketahui Rusia sudah menginvasi Ukraina sejak 24 Februari dan hingga kini belum ada gencatan senjata.

Dalam laporan New York Times dan Associated Press, intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia telah mengalami krisis pasokan persenjataan akibat sanksi yang diterapkan negara-negara Barat. Ini kemudian mendorong Moskow untuk membeli senjata buatan Pyongyang.

“Langkah Rusia untuk membeli persenjataan dari Korut, sebuah negara terisolasi yang dikenai sanksi internasional atas program senjata nuklirnya, menunjukkan bahwa militer Rusia terus menderita kekurangan pasokan yang parah di Ukraina,” ujar seorang seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, dilansir Selasa (6/9/2022).

“Sebagian karena kontrol dan sanksi ekspor,” tambahnya.

Permasalahan logistik Rusia juga terjadi setelah Ukraina mulai melancarkan serangan pada gudang-gudang amunisi milik Negeri Beruang Putih itu. Terbaru, Rusia dilaporkan telah membeli drone dari Iran, yang juga terkena sanksi Barat akibat program nuklirnya.

Rusia memang telah memperdalam hubungan dengan negara-negara seperti Korut dan Iran, sejak sanksi Barat dikenakan ke Moskow. Kesamaan nasib menjadi penyebab.

Rusia juga dekat dengan China. Kedua negara bahkan terlibat latihan militer bersama di awal September ini.

Sementara itu, Korut sendiri, telah mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk (LPR) dan Republik Rakyat Donetsk (DPR) yang saat ini disokong oleh Rusia, di Ukraina Timur. Ukraina pun berang dengan langkah Negeri Pertapa dan langsung memilih untuk memutus hubungan diplomatiknya.