upah.co.id – Saat seseorang menangis terkadang beberapa orang disekitarnya mencoba menghentikan orang tersebut untuk menangis .

Namun, kali ini janganlah melarang seseorang untuk menangis , lantaran ada manfaatnya.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui Women Working, menurut Psychology Today, air mata adalah air asin sama seperti lautan. Ini melumasi mata kita dan menghilangkan iritasi ketika kita menangis .

Oleh karena itu menangis miliki manfaat kesehatan mental. Berikut 6 manfaat menangis bagi kesehatan mental.

1. Melepaskan Racun dan Mengurangi Stres

Dipercaya bahwa tangisan emosional memiliki tingkat hormon yang lebih tinggi daripada yang biasa sehingga tidak merubah situasi, namun dapat merubah status emosional.

2. Membantu Menghilangkan Rasa Sakit Emosional dan Fisik

Saat menangis ada pelepasan oksitosin dan opioid endogen yang sehat di tubuh yang dikenal sebagai endorfin.

Hal ini membuat perasaan nyaman dan membantu meredakan rasa sakit emosional dan fisik. Pelepasan bahan kimia ini membuat tubuh mati rasa dan menenangkannya.

3. Membantu Menenangkan Diri dan Mengembalikan Keseimbangan Emosional

Para peneliti telah menemukan bahwa saat Anda menangis , sistem saraf parasimpatis atau Parasympathetic Nervous System (PNS) diaktifkan. Ini membantu tubuh untuk beristirahat dan mencerna.

Namun, meskipun efeknya langsung terasa, perasaan menenangkan tersebut membutuhkan waktu beberapa menit untuk mulai berlaku.

4. Membantu Menjernihkan Pikiran dan Membuat Keputusan yang Lebih Baik

Begitu beban terlepas dari setelah Anda menangis , pikiran akan kembali bekerja. Bayangan gelap emosi yang mengaburkan pikiran dari menemukan solusi untuk masalah Anda lenyap setelah menangis .

5. Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Ketika Anda menangis , Anda akhirnya merasakan kedamaian dalam pikiran. Perasaan rileks dan merasa lelah dengan damai. Hal ini yang membuatnya tidur menjadi lebih nyenyak.

6. Meningkatkan Mood

Ada perubahaan besar dalam suasana hati setelah menangis .

Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar pembawa rasa merasa bahwa mereka merasa lebih baik setelah menangis terutama ketika menerima dukungan dari orang lain.***