upah.co.id – Presiden Joko Widodo menjelaskan pentingnya usaha kecil mikro dan menengah ( UMKM ) memiliko nomor induk berusaha ( NIB ).

Hal itu disampaikannya saat menyerahkan 2.700 NIB untuk pemilik UMKM di Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022).

Menurut presiden, belum semua UMKM di Indonesia punya NIB.

“Yang telah dorong oleh Kementerian Investasi baru 1,8 juta, artinya yang lain belum NIB, belum memiliki NIB. Oleh sebab itu bapak ibu beruntung telah memiliki NIB,” ujar Jokowi sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

“Apa gunanya setelah dapat NIB? Bapak, Ibu menjadi pengusaha formal karena telah memiliki izin yang namanya nomor induk berusaha NIB seperti ini. Terus kalau sudah pegang ini untuk apa? Bapak, Ibu bisa akses permodalan ke bank, minta yang namanya kredit usaha rakyat (KUR),” tegasnya.

Jokowi lantas menceritakan pengalamannya saat pertama kali mendirikan usaha.

Saat itu dia meminjam modal sebesar Rp 30 juta ke bank. Akan tetapi menurutnya bunga pinjaman modal saat itu sangat mahal.

“Enggak kayak KUR sekarang. KUR sekarang bunganya berapa? 3 persen. Tapi itu disubsidi pemerintah loh bukan dari bank. Itu disubsidi oleh pemerintah supaya UMKM kita bisa berkembang dengan cepat,” jelas Jokowi.

“Jadi segera segera memanfaatkan yang namanya NIB ini kemudian akses ke permodalan yang namanya KUR. Tapi saya titip hati-hati yang namanya pinjam ke bank itu hati-hati harus dikalkulasi, harus dihitung yang detil jangan sampai keliru ngitung karena itu bukan duit Bapak Ibu semuanya,” tegas presiden.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan pemberian bantalan sosial tambahan yang akan diberikan kepada 20,65 juta warga Indonesia sebesar Rp 600.000.

Kepala negara mengingatkan, saat meminjam modal ke bank, berarti ada uang bank yang harus dikembalikan.

Pengembalian dilakukan secara mencicil setiap bulan.

Kemudian, apabila dari hasil perhitungan ternyata keuntungan usaha belum bisa digunakan untuk mencicil pinjaman modal, Jokowi menyarankan untuk tidak usah meminjam.

“Kalau ngitung kira-kira enggak masuk enggak usah pinjam. Dihitung masih untung bisa ngangsur silahkan pinjam dan kalau sudah pinjam hati-hati pinjam dapat Rp 50 juta jangan sekali-sekali separuhnya untuk beli sepeda motor atau pinjam Rp 200 juta, yang 100 jutanya untuk beli mobil,” kata Jokowi.

“Sekali-kali jangan dipakai yang namanya uang bank itu untuk beli barang-barang kenikmatan dan kemewaan seperti itu. Endak. Harus semuanya untuk modal kerja, semuanya untuk modal investasi semuanya untuk modal usaha 100 persen dipakai,” tegasnya.

Menurut presiden, jika usaha sudah membuahkan keuntungan baru bisa dipergunakan untuk menabung dan membeli berbagai kebutuhan .

“Kalau dapat keuntungan sisihkan, tabung. Wah pingin beli mobil sisihkan sebulan, untung Rp 2 juta sisihkan, untung Rp 3 juta sisihkan, untung Rp 4 juta sisihkan. Kalau cukup silahkan mau beli mobil silahkan tapi jangan pakai yang namanya pinjaman pokok bank itu dipakai untuk beli mobil di sepeda motor atau beli TV atau beli yang lain-lain. Endak. Saya titip itu aja,” tambah kepala negara.