upah.co.id – PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) menjalin kerja sama dengan Ernst & Young Indonesia Consulting (EY) dalam memastikan berjalannya transformasi teknologi New Generation Banking System (NGBS) yang prudent dan transparan. Melalui kerja sama ini, EY akan bertindak sebagai Project Management Office (PMO) eksternal dalam pelaksanaan proyek NGBS.

Turut hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut, yakni Direktur Operasi KB Bukopin Helmi Fahrudin, New Technology Division Head KB Bukopin Haris Budiman, Transformation Division Head KB Bukopin Bohan Kesuma, serta jajaran manajemen lainnya. Sedangkan dari pihak EY dihadiri oleh FSO Consulting Service Lead Evan Wiradharma serta jajaran manajemen lainnya.

Diketahui NGBS merupakan proyek transformasi sistem teknologi informasi dan bisnis KB Bukopin untuk menyediakan berbagai pelayanan yang terpusat pada kepuasan nasabah, memperbaharui sistem untuk mendukung kebutuhan bisnis lebih baik, serta secara agresif memenuhi kebutuhan di pasar perbankan sehingga dapat mewujudkan visi KB Bukopin sebagai Top 10 Bank di Indonesia.

Dalam implementasi proyek NGBS, EY mendukung perjalanan transformasi tersebut melalui pengelolaan perencanaan yang menyeluruh dan memastikan eksekusi yang koheren dan efisien. Selain itu, membantu KB Bukopin mengidentifikasi potensi isu dan risiko yang muncul selama keseluruhan proses, mulai dari tahap inisiasi hingga implementasi dan operasional cut over.

Direktur Operasi KB Bukopin Helmi Fahrudin menyampaikan bahwa NGBS merupakan proyek transformatif Bank KB Bukopin dengan cakupan pada pergantian Core Banking System dan berbagai surrounding system.

“Seperti Loan Origination System, Treasury, Foreign Exchange, Data Warehouse, Digital Product, dan berbagai sistem lain yang tidak hanya meningkatkan produktivitas karyawan, tapi juga memberikan manfaat maksimal kepada nasabah Bank KB Bukopin dengan berbagai pengalaman finansial yang komprehensif,” jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Adapun kerja sama antara KB Bukopin dengan EY Indonesia Consulting sebagai PMO eksternal diwujudkan dalam rangka memenuhi regulasi OJK yang dituangkan dalam POJK No.38/POJK.03/2016 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan TI oleh Bank Umum tentang Proses Manajemen Risiko Terkait Teknologi Informasi. Di mana disebutkan pentingnya menerapkan manajemen proyek dan pengelolaan risiko yang baik untuk menghasilkan sistem dan data yang terjaga kerahasiaannya, terintegrasi, serta mendukung pencapaian tujuan bank.

“Diharapkan dengan adanya kerja sama antara Bank KB Bukopin dengan Ernst & Young dapat mendukung proyek New Generation Banking System sehingga proses implementasinya dapat berjalan dengan lebih lancar dan membuahkan hasil seperti yang direncanakan,” ungkap Helmi.

Sementara itu, FSO Consulting Services Lead EY Indonesia Consulting Evan Wiradharma menyampaikan bahwa inisiatif proyek NGBS akan memberikan manfaat kepada nasabah bank KB Bukopin dengan produk dan pelayanan lebih baik.

“Dan juga proyek ini akan memperkuat daya saing Bank KB Bukopin sehingga turut memperkuat industri perbankan di Indonesia. EY berkomitmen dalam kapasitasnya sebagai PMO untuk mendukung menyukseskan pelaksanaan proyek NGBS ini,” ujar dia.