Keluarga Bocah Korban Pembunuhan di Makassar Minta Pelaku Dihukum Mati: Tidak Ada Kata Damai

upah.co.id“Kami minta pelaku dihukum mati, meskipun dia (pelaku) di bawah umur atau sudah dewasa. Tidak ada kata damai,” katanya, dikutip pada Minggu, 15 Januari 2023.

Lebih lanjut, Karmin mengatakan bahwa perbuatan kedua pelaku tersebut terbilang sangat sadis. Karmin juga menilai bahwa perilaku keduanya kurang ajar. Pasalnya, setelah menculik dan mengeksekusi korban, salah satu pelaku itu justru datang ke rumahnya dengan berpura-pura meminta brosur untuk ikut membantu mencari korban.

“Kurang ajar sekali mereka. Waktu saya pulang dari melapor kehilangan anak di Polsek Panakukang, dia (MF) datang dan bertanya ada rekaman CCTV Indomaret kita dapat, lalu saya perlihatkan videonya. Baru dia bilang lagi, sudah didapat anak ta’ (anaknya), saya bilang belum,” ujar Karmin.

“Dia juga minta brosur, lalu masuk ke rumah. Brosurnya dikasih anak-anak di dalam, katanya akan ikut mencari korban,” ucapnya melanjutkan.

Pria yang bekerja serabutan itu juga mendapatkan informasi bahwa pelaku lainnya yaitu AD sempat terlihat berada di depan lorong jalan yang diketahui pada saat itu ia tengah menunggu MF mengambil brosur. Saat menunggu rekannya itu, AD pun terlihat tengah bermain lato-lato.

Sementara itu, orangtua salah satu pelaku pun turut buka suara terkait kasus yang menimpa anaknya tersebut. Diketahui, orangtua MF pun mengaku kaget atas apa yang telah diperbuat oleh anaknya.

Sebagai informasi, MF dan AD ditangkap di tempat yang berbeda beberapa waktu lalu. Penangkapan tersebut dilakukan pihak kepolisian usai hasil analisia atas video CCTV yang merekam kedua pelaku tersebut.

Kapolres Makassar , Komisaris Besar Polisi Budhi Haryanto mengatakan bahwa keduanya tega melakukan tindakan kejam itu lantaran tergiur tawaran di situs internet dengan menjual organ tubuh manusia untuk mendapatkan uang. Sebagai informasi, para pelaku itu mendapatkan informasi soal penjualan organ manusia dari situs asal luar negeri, Yandex. Kemudian, para pelaku pun merencanakan tindakan kejam untuk membunuh korban.

“Ini tentang jual beli organ tubuh. Dari situ, tersangka terpengaruh. Ingin menjadi kaya. Ingin memiliki harta sehingga muncullah niatnya tersangka melakukan pembunuhan . Rencananya, organ dari anak yang dibunuh ini akan dia jual,” ujarnya.

Diketahui, saat korban telah dibunuh, nomor di situs tersebut tak bisa tersambung. Para pelaku pun membuang jasad korban ke daerah perbatasan Makassar yaitu di Waduk Nipa-Nipa, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Kemudian, jasad bocah malang itu ditemukan oleh warga setempat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!