upah.co.idPernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang anak yang belum matang secara baik dari segi umur maupun mental.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kepala ( BKKBN ) menyebutkan usia ideal pernikahan yaitu umur 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.

Bukan tanpa alasan, umur ini dianggap pas karena bisa berpengaruh dalam psikologi seseorang ketika sudah terjun memasuki pernikahan. Akan ada banyak rintangan dalam sebuah pernikahan, sehingga pernikahan disebut sebagai keputusan yang kompleks.

Biasanya seseorang yang menikah dibawah umur 18 tahun hanya memiliki jangka pendek mengenai pernikahan. Mereka berlomba-lomba menikah dini seolah untuk memenuhi ‘trend’ dan memenuhi rasa kepuasan hasrat sesaat.

Dikutip dari berbagai sumber, terjadi kenaikan angka kasus pernikahan dini tidak bisa terelakkan.

Pernikahan dini seperti menjadi praktik yang bisa mengancam masa depan anak jika tidak dipersiapkan matang-matang.

Angka perceraian di Indonesia juga kian meningkat karena beberapa hal dan salah satu alasannya karena tidak siapnya seseorang membina rumah tangga seperti yang dilakukan anak yang menikah diusia dini.

Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pernikahan dini , ada baiknya mengetahui apa saja resiko yang akan terjadi kedepannya. Untuk itu, simak penjelasan singkat beberapa resiko atau bahaya menikah di usia dini menurut Ayu Purnasih selaku penyuluh keluarga Kota Tangerang :

Anak yang berusia dibawah 18 tahun cenderung akan memiliki emosi yang tidak stabil. Biasanya ketika marah anak ini akan melampiaskan ke hal yang ada di sekitarnya. Jika sudah berumahtangga ada kemungkinan besar mereka akan menyalurkan emosinya ke pasangan sebagai pelampiasan amarah.

Anak yang menikah dini akan terpecah konsentrasinya dan akibat prioritas hidupnya adalah pernikahan maka akan menghambat pendidikannya. Aktivitas yang dilakukan sesudah menikah bisa menyebabkan menurunnya motivasi belajar dan akhirnya banyak anak yang memiliki putus sekolah.

Reproduksi pada usia dibawah 20 atau diatas 30 tahun akan menyebabkan resiko kematian ibu dan anak 2 sampai 4 kali lebih tinggi.

Anak yang menikah diusia dini biasanya kurang mempersiapkan rencana keuangan dalam urusan rumah tangga sehingga akan berpotensi mengalami terjadinya kurangnya finansial yang bisa memicu masalah dalam rumah tangga. (Anggita Adi Sumadi)***