Kepala BNPB Sebut Satu Minggu Sudah Tower 6 Wisma Atlet Kosong Tanpa Pasien Baru Covid-19

upah.co.idTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pihaknya masih menyiagakan petugas yang berjaga di Wisma Atlet Kemayoran meskipun status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut.

“Kami laporkan bahwa kami masih menyiagakan satu tower di WA di tower 6, meskipun satu minggu ini kosong tak ada pasien baru,” kata Suharyanto di Raker BNPB dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (18/1/2023).

Suharyanto mengatakan bahwa tempat-tempat isolasi di beberapa wilayah di Indonesia sudah ditutup.

“Tempat-tempat lain RS Pulau Galang, Wisma Aruk di Kalbar, Entikon Kalbar, kemudian di Surabaya sudah ditutup, bahkan tempat karantina dan isolasi di Jakarta yang awal tahun kemarin menampung puluhan ribu prang yang harus dikarantina atau diisolasi ini sudah dikembalikan ke pemda,” kata Suharyanto.

Pihaknya masih menyiagakan Wisma Atlet sebagai langkah antisipasi, mengingat beberapa negara di dunia mengalami peningkatan kasus.

“Banyak informasi terkait kewaspadaan dari WN Cina yang naik tapi alhamdulillah di Indonesia walaupun tak ada pembatasan mereka masuk ke wilayah NKRI, tapi sekarang masih terkendali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per hari ini. Hal itu disampiakan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (30/12/2022).

“Pada hari ini Pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM yang tertuang dalam instruksi Mendagri nomor 50 dan 51 Tahun 2022 jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat,” kata Jokowi.

Sejumlah faktor menjadi pertimbangan pemerintah dalam mencabut PPKM. Diantaranya Pandemi Covid-19 yang mulai terkendali. Per 26 Desember 2022 hanya terdapat 1,7 kasus per satu juta penduduk.

Lalu positivity rate mingguan mencapai 3,35 persen dengan tingkat perawatan rumah sakit atau BOR berada di angka 4,7 persen dan angka kematian di angka 2,39 persen.

“Ini semuanya berada di bawah standar dari WHO dan seluruh kabupaten kota di Indonesia saat ini berstatus PPKM level 1 di mana pembatasan kerumunan dan pergerakan orang di tingkat rendah,” kata Presiden.

Presiden mengatakan keputusan mencabut PPKM tersebut telah melalui kajian sejak 10 bulan lalu. Meskipun demikian Presiden meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Pemakaian masker, keramaian dan ruang tertutup harus tetap dilanjutkan kesadaran vaksinasi harus terus digalakkan karena ini akan membantu meningkatkan imunitas dan masyarakat harus semakin mandiri dalam mencegah penularan mendeteksi gejala dan mencari pengobatan,” pungkasnya.

Alasan Tower 6 RSDC Wisma Atlet Masih Diizinkan Beroperasi, Jadi Akses Paling Mudah untuk Pasien

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Alasan Tower 6 RSDC Wisma Atlet Masih Diizinkan Beroperasi, Jadi Akses Paling Mudah untuk Pasien

200 Nakes Resah Jadi Pengangguran seusai Wisma Atlet Ditutup, Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Mereka

Hari Kamis Kemarin, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Nol Pasien, Pertama Kali Sejak Beroperasi Maret 2020

RSDC Wisma Atlet Kemayoran Bakal Ditutup Akhir 2022 Setelah Jokowi Akhiri Masa PPKM Covid-19

Penampakan Terakhir RSDC Wisma Atlet yang akan Ditutup 31 Desember, Ranjang Dikumpulkan di Tower 3

Pemerintah Cabut PPKM, Jokowi: 98 Persen Masyarakat Sudah Kebal Virus Corona

Bocah di Bawah Umur di Kalsel Dicabuli Teman Ayah seusai Dicekoki Miras, Akibatnya Korban Kini Hamil

Richard Eliezer Berstatus Justice Collaborator, Ronny Talapessy Yakin JPU Beri Tuntutan yang Adil

Sidang Tuntutan Putri Candrawathi, Jaksa Kutip Ayat Alquran dan Alkitab soal Larangan Pembunuhan

Biasanya Roasting Pejabat, Kiky Saputri Antar Undangan Pernikahan ke Prabowo hingga Susi Pudjiastuti

Jawaban Bunda Corla Soal Protes Nikita Mirzani yang Menilai Pripsip dan Gaya Hidupnya Kini Berubah

Saat Pendukung Bharada E Padati PN Jaksel, Berdesakan Masuk Ruang Sidang Menanti Putusan Jaksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!