upah.co.id – Dalam kesempatan itu, sejumlah buruh meneriakkan nama eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dengan nada menyindir. Momen tersebut terjadi ketika seorang orator dari atas mobil komando mengatakan aparat kepolisian selama ini bekerja untuk masyarakat.

“Polisi itu bekerja buat kita, untuk rakyat,” ujar sang orator didengar Suara.com di lokasi, Selasa (6/9/2022).”Sambo!,” sahut massa aksi.

Tiba-tiba sang orator tampak kebingungan saat massa aksi meneriakkan nama Ferdy Sambo secara serentak.

“Buat Sambo? Kagak bukan,” tanya sang orator.

Sang orator kemudian kembali menegaskan jika polisi bekerja untuk melindungi rakyat.

“Polisi itu bekerja buat kita melindungi kita mencegah segala sesuatu. Jadi kita pasti dilindungi negara,” ujarnya.

Dia lalu tampak bersorak ‘BBM Turun, Upah Naik. Hidup Buruh!’.

“Hidup!,” sahut massa aksi.

Long March Dorong Motor

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, tampak massa buruh mulai berdatangan ke depan Gedung DPR RI. Mereka mengawali langkah dengan melakukan longmarch dari depan Gedung TVRI, seberang Gerbang Pemuda Gelora Bung Karno.

Tampak para buruh datang dengan berbagai macam atribut. Dari mulai spanduk hingga poster-poster berisi kalimat tuntutannya.

Dalam kedatangannya massa ini juga ada yang menarik, di mana sejumlah massa melakukan teatrikal mendorong sepeda motornya. Hal itu menandakan mereka protes terhadap kenaikkan harga BBM.

“Tolak Kenaikan Harga BBM,” tulis kalimat yang ditempelkan dalam motor buruh yang didorong tersebut.

Poster Puan Nangis

Selain kompak berseragam, massa buruh juga turut membawa atribut dari mulai poster hingga spanduk raksasa bertuliskan kalimat protes.

Menariknya ada salah satu massa yang turut membawa poster bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani sedang menangis.

Di dalam poster itu bertuliskan kalimat “TOLAK KENAIKAN BBM.”

Selain itu massa juga sebelumnya terlihat melakukan aksi teatrikal mendorong motor sebagai tanda protes atas naiknya harga BBM.

3 Tuntutan Massa Buruh

Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebelumnya menyebut massa pendemo yang menggelar aksi tolak kenaikan BBM di depan Gedung DPR mencapai ribuan orang.

“Aksi ini diorganisir Partai Buruh dan organisasi serikat buruh, petani, nelayan, guru honorer, PRT, buruh migran, miskin kota, dan organisasi perempuan di 34 provinsi,” kata Said Iqbal dalam keterangannya, Senin (5/9/2022).

Menurutnya, aksi itu bertujuan untuk meminta agar pemerintah sekaligus DPR RI membatalkan aturan mengenai kenaikan harga BBM serta membentuk panitia khusus (pansus).

“Untuk Jabodetabek, aksi akan diikuti 3.000-5.000 orang yang dipusatkan di DPR RI. Aksi ini untuk menuntut pembentukan panja atau Pansus BBM agar harga BBM diturunkan,” sambungnya.

Berikut 3 tuntutan yang akan disampaikan oleh Said Iqbal dan kawan-kawan:

1. Tolak kenaikan harga BBM.2. Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.3. Naikkan UMK 2023 sebesar 10-13 persen