upah.co.id – ‘Kiamat’ pasokan barang masih terus melanda beberapa negara dunia. Setelah sebelumnya India mengalami kelangkaan minuman alkohol dan Australia dilanda krisis tenaga kerja, kali ini Korea Selatan (Korsel) juga ikut merasakan hal serupa.

Bedanya, negara ini terancam krisis semikonduktor. Dalam sebuah survei yang dimuat oleh media Yonhap, tujuh dari 10 ahli di negara itu menganggap industri pembuatan chip lokal berada dalam krisis karena berbagai faktor eksternal.

“(Sebanyak) 76,7% responden mengatakan industri pembuatan chip lokal dalam keadaan krisis. Hanya 3,3% yang menjawab bahwa industri ini tidak dalam keadaan krisis,” ujar hasil survei yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI) dikutip Selasa, (6/9/2022).

Dari jumlah itu, 58,6% memprediksi bahwa prospek suram akan berlanjut hingga setelah tahun 2024. Selain itu, survei tersebut mengatakan 43,4% menganggap situasi saat ini sebagai yang terburuk dalam dekade terakhir.

Para ahli mengutip ketidaksesuaian dalam penawaran dan permintaan global dan ketegangan yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing. Di luar penyebab itu, para pakar juga menyoroti teknologi China yang berkembang pesat dan mulai mengancam industri semikonduktor di Negeri Ginseng.

“China sangat dekat dengan Korsel, terutama dalam teknologi manufaktur NAND Flash. Khususnya, Apple minggu lalu setuju untuk menggunakan chip memori dari Yangtze Memory Technologies China dalam model iPhone masa depan,” jelas lembaga itu.

Selain Korsel, pasar industri chip dunia memang telah diperkirakan akan melemah oleh analis global lainnya. Pelemahan ini didorong oleh inflasi yang menekan daya beli konsumen.

“Kami terus percaya bahwa kami memasuki penurunan semikonduktor terburuk dalam setidaknya satu dekade, dan mungkin sejak 2001 mengingat ekspektasi resesi dan peningkatan inventaris,” kata analis Citigroup, Christopher Danely, dalam laporannya bulan lalu.