upah.co.id – Ia menjelaskan, untuk menjangkau potensi startup dari daerah maka program-program dukungan yang disiapkan Kementerian Kominfo lebih banyak dijalankan secara hibrida memanfaatkan dua metode yaitu offline dan online, terutama di tengah transformasi digital metode daring lebih banyak digunakan.

Misalnya seperti Startup Studio Indonesia menghadirkan pelatihan untuk membesut talenta-talenta pendiri perusahaan rintisan digital.

“Itu kegiatan yang penuh dilakukan secara online. Disiapkan untuk mentoring dan menjadi sekolah untuk para founders (pendiri startup) dan bisa diakses di mana saja baik di kota tier 1, tier 2, maupun tier 3,” ujar Nyoman.

Selanjutnya program 1.000 startup digital juga dihelat untuk membentuk lebih banyak perusahaan rintisan di lebih banyak daerah-daerah di Indonesia.

Terbaru adalah HUB.ID yang mencapai puncak programnya di 2022 dengan HUB.ID Summit.

HUB.ID Summit diciptakan sebagai program yang mempertemukan startup yang kini telah berada di tahapan pendanaan Preseed dan Preseries A dengan para modal ventura untuk mendapatkan lebih banyak pendanaan maupun mempertemukan startup dengan rekanan bisnis lainnya.

Lewat program ini, Kementerian Kominfo menargetkan akan lebih banyak perusahaan rintisan yang terakselerasi dan bisa berkontribusi untuk menambah jumlah unicorn bahkan decacorn di Tanah Air yang mempercepat proses transformasi digital nasional.

“Kita tidak boleh puas dengan hanya punya 1.000 startup. Kita ingin ke depan Indonesia juga punya startup-startup besar yang mungkin klasifikasinya disebut unicorn atau decacorn,” ujar Nyoman membicarakan tujuan diadakannya HUB.ID Summit.

Tentunya dengan program-program yang telah dihadirkan diharapkan lebih banyak masyarakat di Indonesia khususnya generasi muda yang tertarik dan berpartisipasi aktif menciptakan bisnis memanfaatkan kecanggihan teknologi dan digitalisasi.

Dengan demikian, akan lebih cepat proses Indonesia bergerak di tengah era transformasi digital global dan menumbuhkan potensi ekonomi nasional. [Antara]