upah.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, PT Pos Indonesia bakal menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM hingga ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bantuan ini diantar langsung jika penerima tidak bisa mendatangi kantor pos karena berbagai alasan, seperti sakit dan penerima merupakan penyandang disabilitas.

Namun, bagi yang bisa mengambil di kantor pos, penerima bisa langsung mendatangi kantor pos jika sudah terdaftar sebagai peserta penerima BLT BBM Rp 150.000/bulan untuk 4 bulan hingga Desember 2022.

“Tapi bagi yang sakit, disabilitas, kalau minta akan diserahkan di rumah, maka akan diserahkan setelah ini. Kita scanning, kalau mereka belum ambil juga, itu kita kirim ke tempat,” kata Risma dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Risma mengungkapkan, pengantaran BLT BBM itu merupakan langkah agar penerima bantuan tepat sasaran.

Apalagi, lanjutnya, PT Pos Indonesia sudah ditunjuk dan memiliki kewajiban untuk menyalurkan bantuan secara benar.

“PT Pos tetap harus memberikan laporan kepada kami, (berupa bukti) foto dari penerima bantuan dan foto rumah (penerima),” ujarnya.

Sementara itu, diketahui bahwa data penerima manfaat yang sudah berada di PT Pos sebesar 18.469.299 KPM dari 20,65 juta total penerima.

Sebanyak 330.701 dari total tersebut perlu pembersihan data (cleansing) lebih lanjut karena adanya penerima yang sudah meninggal dan sebagainya.

“Saat ini ada cleansing oleh PT Pos Indonesia itu 330.701 karena harus dicek juga ada laporan kematian dan sebagainya. (Sejak penyaluran) dimulai pada minggu lalu, itu mungkin dalam 1 hari bisa ada yang meninggal, pindah, sehingga PT pos belum cleansing ini,” ungkap Risma.

Sebagai informasi, penyaluran BLT BBM pertama kali dilakukan oleh Presiden Jokowi didampingi Mensos Risma pekan lalu.

Penyaluran tersebut dimulai dari Kantor Pos Kabupaten Jayapura, Papua.

Dua sikap yang berbeda ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo soal BLT dan juga kenaikan harga BBM di Indonesia

BLT BBM ini diberikan kepada masyarakat selama 4 bulan, dengan besaran bantuan Rp 150.000 per bulan.

Sedangkan penyalurannya akan diberikan sebanyak 2 kali, masing-masing Rp 300.000 sehingga totalnya menjadi Rp 600.000.

Total penerima BLT pengalihan subsidi BBM ini mencapai 20,6 juta penerima manfaat.

“Hari ini kita kita telah memulai pembagian BLT BBM yang diberikan kepada masyarakat selama empat bulan, per bulannya diberikan Rp 150.000, jadi totalnya Rp 600.000, dan diberikan dua kali, Rp 300.000, Rp 300.000,” ujar Jokowi selepas meninjau penyaluran BLT BBM di Jayapura, sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.