upah.co.id – Akibat masalah geopolitik saat ini, Rusia mencoba mencari celah layanan keuangannya agar bisa tetap berjalan. Menurut laporan media lokal TASS, bank sentral Rusia berencana melegalkan pembayaran dengan kripto lintas batas.

Bank sentral menyebutkan keadaan saat ini membuat transfer kripto lintas batas tak dapat dihindari. Lembaga itu juga memutuskan bekerja dengan kementerian keuangan melegitimasi pembayaran internasional, dikutip Financial Express, Selasa (6/9/2022).

Keputusan ini segera akan disahkan, ungkap laporan itu mengutip wakil menteri keuangan Rusia Alexei Moiseev. Dia mengatakan kebutuhan layanan kripto lokal menunjukkan banyak warganya yang menggunakan situs internasional untuk membuat dompet kripto.

Cointelegraph menyebutkan kebijakan itu akan melibatkan organisasi yang berada di bawah pengawasan bank sentral. Nantinya akan diwajibkan mematuhi peraturan Know Your Customer (KYC) dan anti pencucian uang.

Langkah ini berbeda dengan keputusan legislator Rusia sebelumnya, yakni menentang konsep pembayaran dengan kripto. Regulasi kripto disebut On Digital Financial Assets telah disetujui tahun 2020 dan melarang penggunaan cryptocurrency seperti Bitcoin untuk metode pembayaran.

Bank Rusia telah mewaspadai gagasan pembayaran uang kripto, sebab mata uang Rubel merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyebut penggunaan cryptocurrency untuk perdagangan sumber daya energi seperti minyak dan gas ‘masih prematur’. Namun perang dengan Ukraina, nampaknya mengubah cara pandang Rusia terhadap konsep pembayaran menggunakan kripto.

Setelah perang dua negara pecah, Rusia dihujani rentetan sanksi ekonomi dari Barat. Gagasan kripto sebagai pembayaran lintas batas diungkapkan gubernur bank Rusia Elvira Nabiullina, hanya jika tidak masuk ke sistem keuangan domestik.

Berikutnya pada bulan Mei, Menteri Perindustrian dan Perdagangan menyatakan Rusia ‘cepat atau lambat’ akan melegalkan pembayaran kripto.