upah.co.id – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyoroti kenaikan harga BBM. Menurut Amien Rais , kenaikan harga BBM akan berimplikasi setidaknya pada sejumlah hal.

“Saya ingin sedikit urun rembug tentang kenaikan harga BBM yang pasti memunculkan setidaknya 5 hal,” ujarnya.

Menurut Amien Rais , kenaikan harga BBM akan berdampak pada, pertama, harga semua barang yang juga bakal ikut naik dan lalu diikuti oleh kenaikan inflasi.

Kedua, rakyat di lapisan bawah sampai menengah bawah kehidupannya bakal makin tercekik. Dia memprediksi bakal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketiga, kepercayaan rakyat pada rezim Presiden Joko Widodo (Widodo) akan makin tipishingga membuat legitimasi penguasa menjadi anjlok.

Amien Rais menilai, situasi sosial politik saat ini bergerak cepat dan berwatak makin revolusioner. Dia kemudian menyinggung kata-kata Bung Karno dengan menyebut perut rakyat tidak bisa menunggu.

“Nah pada titik ini dulu Bung Karno sering mengingatkan bahwa perut rakyat tidak bisa menunggu, the stomach can’t wait,” katanya.

“Orang yang lapar menjadi orang yang marah bisa saja kalau tidak ditangani secara baik cerdas dan cepat kemarahan rakyat bisa mencapai titik didih yang berbahaya,” ujar Amien Rais .

Kemudian terakhir, Amien Rais mengatakan kenaikan harga BBM ini terjadi ditengah rezim yang sangat populer dan dicintai mayoritas rakyat.

Dia pun menilai pemerintahan Jokowi menjadi rawan setelah BBM dinaikkan.

“Hanya sebuah rezim yang sangat populer dan dicintai mayoritas rakyatnya berani menaikkan harga BBM,” ujarnya, dikutip dari Channel Youtube Amien Rais Official yang tayang pada Selasa, 6 September 2022.

Amien Rais mengusulkan agar pemerintah menurunkan harga BBM seperti sebelum tanggal 3 September 2022. Menurutnya jika pemerintah menurunkan harga BBM maka situasi bakal kembali kondusif.

“Saya usul Pak Jokowi bisa nge-prank lagi dengan mengembalikan harga BBM seperti sebelum 3 September Insyaallah suasana jadi adem,” kata Amien Rais .

“Nah perkara subsidi terus membengkak cari solusi putar otak di dunia yangfana ini tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi kecuali menjadi tua dan mati,” ujarnya memungkasi.

pemerintah resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi dan bersubsidi. Kenaikan harga BBM itu berlaku sejak Sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Adapun jenis BBM yang naik yakni Pertalite, Solar, Pertamax. Harga Pertalite naik dari semula Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.

Kemudian Solar naik menjadi Rp6.800 dari semula Rp5.150 per liter. Lalu, Pertamax harganya menjadi Rp14.500 dari semula Rp12.500 per liter.

Elemen masyarakat bereaksi merespons kenaikan harga BBM dengan menggelar aksi demo.

Pada Selasa 6 September 2022, kaum buruh menggelar demostrasi di depan gedung DPR/MPR menolak kenaikan harga BBM.***