upah.co.id – Keras, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) menolak kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Penolakkan itu ditunjukkan fraksi PKS dalam Rapat Paripurna DPR terakhir, yang digelar hari ini, 6 September 2022.

Di hadapan Ketua DPR RI , Puan Maharani , setelah interupsi dilontarkan, tak tanggung-tanggung, seluruh anggota fraksi PKS ramai-ramai memilih walk out atau angkat kaki dari Rapat Paripurna.Rapat Paripurna kali ini diketahui merupakan agenda ke-4 pengambilan keputusan mengenai RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021.

Baca Juga: Ramai Pesan Berantai Pertamina Bagikan Subsidi Energi Rp3 Juta Buat Masyarakat Imbas Harga BBM Naik, Faktanya?

Setelah interupsi berapi-api dari Mulyanto selaku perwakilan fraksi PKS soal partai yang berdiri bersama rakyat, Puan Maharani tak memberi tanggapan apa-apa.

Dia justru meminta persetujuan forum untuk menuntaskan terlebih dulu mengenai pengesahan RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2021.

“Kita lanjutkan ya.. kita dengarkan dulu pendapat akhir Presiden. Untuk interupsi nanti saya meminta persetujuannya setelah pendapat akhir Presiden,” ujar Puan.

“Jadi kita selesaikan dulu terkait dengan APBN. Setuju ya? Iya,” ujarnya lagi, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube DPR RI , Selasa, 6 September 2022.

Baca Juga: Buntut Harga BBM Naik, Benarkah Pertamina Berikan Subsidi Energi Rp3 Juta? Berikut Faktanya

Adapun pendapat akhir Presiden soal RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2021 diwakilkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam rapat.

Setelah tindakan mengejutkan dari fraksi PKS , nyatanya rapat kembali berjalan sebagaimana diagendakan.

Puan tampak mengetok palu untuk menyetujui RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2021, yang kemudian akan disahkan sebagai undang-undang.

Sebelumnya, perwakilan PKS , Mulyanto mengajukan interupsi tepat sebelum Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani maju ke depan mimbar.

Baca Juga: BBM Naik, Tarif Terbaru Angkot dari Cileunyi-Sumedang Dibanderol Rp20 Ribu

Setelah dipersilakan, Mulyanto mewakili PKS untuk tolak naiknya harga BBM subsidi, tertanggal 3 September 2022 itu.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat melalui PKS . Dengan ini kami menyatakan bahwa fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi , karena ini jelas-jelas memberatkan masyarakat,” ujar Mulyanto, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR Jakarta, Selasa, 6 September 2022.

“Hari ini di depan demo terus menerus dilaksanakan oleh masyarakat. Kami mendukung demo-demo masyarakat atas penolakkan ini,” ucapnya lagi.

Dengan intonasi yang semakin naik, Mulyanto mengakhiri interupsinya dengan satu kalimat lantang.

Baca Juga: Megawati dan Puan Maharani Kena Sentil Imbas Harga BBM Naik: Tawa Pengusaha SPBU di Atas Tangisan Rakyat

“Karenanya, dengan ini kami, fraksi PKS , menyatakan Walk Out (keluar) dari forum ini! Demikian terima kasih!” kata dia tegas.

Usai Mulyanto menyelesaikan interupsinya, seluruh anggota fraksi PKS di ruang rapat lantas berdiri sambil mengangkat kertas dengan tulisan seragam.

Tulisan itu berbunyi: ‘ PKS MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM’. Sambil mengangkat kertas tinggi-tinggi, satu persatu Fraksi PKS angkat kaki meninggalkan forum DPR RI . ***