upah.co.id Self healing bisa dijadikan cara untuk menyembuhkan luka yang selama ini terpendam di dalam batin.

Tapi memulihkan batin dari luka masa lalu tidaklah mudah. Terkadang, luka batin tak kunjung terobati meski berbagai cara sudah dilakukan.

Hal tersebut tentunya membuat tujuan dari self healing untuk menyembuhkan luka batin hanyalah angan-angan belaka.

Lalu, bagaimana tips supaya self healing benar-benar dirasakan manfaatnya? Berikut jawabannya.

Kapan self healing perlu dilakukan?

Sebelum mengetahui tips self healing untuk menyembuhkan luka batin, ketahui dulu kapan proses memulihkan diri ini perlu dilakukan.

Self healing ada baiknya dilakukan saat muncul perasaan atau pikiran yang mengganggu aktivitas dan fungsi sehari-hari.

Misalnya ketika merasa segala sesuatunya menjadi bosan, konsentrasi sering hilang, atau mengalami kecemasan yang sumbernya tidak jelas.

Hal tersebut dijelaskan oleh pakar psikologi Universitas Airlangga ( Unair ) Surabaya, Dr. Primatia Yogi Wulandari, dikutip dari situs resmi Uniar.

Di sisi lain Primatia yang akrab disapa Mima juga membeberkan “alarm” lain yang menjadi tanda tubuh memerlukan self healing.

Di antaranya tubuh mudah merasa kelelahan, keluhan secara fisik yang penyebabnya tidak jelas, atau mengalami sulit tidur.

Tips self healing untuk sembuhkan luka batin

Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati luka masa lalu dengan self healing, yaitu proses pemulihan yang melibatakan diri sendiri dari luka masa lalu.

Mengingat self healing penting untuk kemajuan diri sendiri, Mima memberikan tips supaya luka batin dapat sembuh.

Ia mengatakan bahwa self healing adalah intervensi atau teknik ketika gangguan atau masalah psikologis muncul.

Nah, untuk pilihan aktivitas yang dapat dijalani ketika self healing, Mima memiliki beberapa saran yang dapat diikuti.

Misalnya dengan kontemplasi melalui yoga atau meditasi, relaksasi dengan pernapasan, menciptakan emosi yang positif.

Mima menyampaikan bahwa emosi positif ketika self healing dapat memengaruhi endorfin atau hormon bahagia dan penghilang rasa sakit.

Di samping itu, self healing bisa dilakukan dengan terapi seni. Pasalnya seni dapat dimanfaatkan untuk mengekspresikan dan melepaskan emosi.

Pentingnya refleksi

Mima menerangkan, orang-orang sebenarnya dibekali kemampuan untuk melakukan proses penyembuhan secara alami.

Sayangnya tidak semua orang dapat melalukannya karena ada yang mengalami kesulitan ketika menyembuhkan diri sendiri.

Ketika hal itu terjadi, Mima menyarankan mereka yang merasa kesulitan untuk meminta bantuan tenaga profesional, seperti psikolog .

Saat berada di pangkuan yang tepat, orang-orang yang ingin menyembuhkan diri akan dibantu menemukan kekuatan pribadinya.

Mima mengatakan bahwa pendampingan dari tenaga profesional memungkinkan mereka merasa nyaman.

Pasalnya orang-orang yang membutuhkan penyembuhan akan mendapat petunjuk dan saran yang jelas.

Sehingga mereka dapat mengetahui apa yang harus dilakukan tanpa menjalani proses refleksi.

Di sisi lain refleksi diperlukan selama penyembuhan diri karena proses ini dapat menafsirkan pengalaman setiap orang.

Nantinya refleksi membantu orang-orang untuk mengenali pikiran dan perasaan negatif.

Proses tersebut juga memungkinkan mereka untuk menerima segala sesuatu benar-benar ada tanpa menolak atau menghindari.

Mima menyampaikan tahap penerimaan penting dilakukan oleh orang-orang yang kehilangan anggota keluarga atau kondisi lainnya.

Dengan begitu mereka menjadi pribadi yang lebih tenang dengan lingkungan dan situasi sekitarnya.

Kriteria sembuh

Lebih lanjut, Mima mengungkapkan orang-orang dapat sembuh dari luka batin ketika mereka telah memahami dan menerima hal-hal yang sebelumnya mengganggu.

Kriteria sembuh yang dimaksud Mima juga mencakup perasaan nyaman ketika melakukan aktivitas dan fungsi sehari-hari.

Akan tetapi, ada kemungkinan muncul perubahan di beberapa aspek sebagai konsekuensi melalui proses adaptasi dari kondisi sebelumnya.

Kapan Kita Benar-benar Perlu Healing Demi Kesehatan Mental?