upah.co.id – Kementerian BUMN melalui Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Holding BUMN Pangan ID Food berupaya meningkatkan produksi susu dalam negeri. Salah satunya dilakukan dengan memperbaiki produksi dari sisi hulu melalui kemitraan.

PTPN dan ID Food pun menggandeng FrieslandCampina untuk meningkatkan produksi susu segar nasional. FrieslandCampina merupakan salah satu produsen produk olahan susu yang dimiliki oleh koperasi peternak susu terbesar di dunia yang beranggotakan lebih dari 16.500 peternak sapi perah.

Adapun kerja sama ini akan dikembangkan oleh PTPN dan ID Food bersama HVA International B.V dan Frisian Flag Indonesia sebagai perusahaan turunan dari FrieslandCampina.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pengembangan industri susu segar dalam negeri ini dilakukan karena tingkat kebutuhannya yang tinggi yakni mencapai 4,4 juta ton per tahun. Namun, produksi susu segar dalam negeri baru mencukupi 21 persen dari kebutuhan nasional.

“Permintaan susu terus meningkat, tetapi belum dapat diimbangi dengan produksi dalam negeri. Dengan latar belakang itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN, terus berupaya meningkatkan produksi susu dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Lewat kerja sama tersebut, PTPN melalui anak usahanya, yaitu PTPN VIII, akan berperan dalam menyediakan lahan ternak. Penyediaan lahan ini merupakan implementasi strategi optimalisasi asset, khususnya pemanfaatan lahan-lahan non produktif di PTPN Group.

Kemudian ID Food bersama anak usahanya akan memasok pakan ternak ke peternakan sapi perah yang didirikan sebagai pelaksanaan kerja sama.

Sedangkan, HVA akan menjadi penghimpun investasi sekaligus operator dalam pengembangan peternakan sapi perah ini. Selanjutnya untuk menampung hasil produksi, Frisian Flag Indonesia akan menjadi off-taker.

Nantinya, pada tahap awal akan ada 4.000 ekor sapi perah yang dikembangkan di lahan milik PTPN Group yang berlokasi di wilayah Jawa Barat. Menurut Erick, kerja sama tersebut mengusung konsep tahapan ‘from grass to glass’.

“Jadi susu diperah dari sapi terbaik, lalu diproduksi di pabrik, hingga proses distribusi, dikelola dengan kontrol ketat untuk memastikan konsumen mendapatkan produk berkualitas terbaik,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan akan meningkatkan populasi sapi perah dan produksi susu segar dalam negeri.

“Kami akan memastikan bahwa kerja sama ini juga membawa multiplier effects untuk perekonomian masyarakat, khususnya ekosistem produksi susu sapi dalam negeri,” tutup Erick.