upah.co.id – Hari ini sederet napi kasus pencurian uang rakyat dinyatakan bebas dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Mereka yang bebas per hari ini, Selasa, 6 September 2022, berasal dari nama-nama besar kalangan pejabat. Selain itu, kasus penjeblosan tokoh-tokoh ini ke dalam sel tahanan juga tak kalah tersohor.

Di antara napi koruptor yang terbebas ialah Eks Jaksa Muda, Pinangki Sirna Malasari , mantan Menteri Agama Suryadharma Ali , hingga mantan Gubernur Jambi Zumi Zola .

Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar mengkonfirmasi bebasnya para napi tipikor. Hal ini, kata Elly sudah sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Baca Juga: Secara Tidak Hormat, Jaksa Pinangki Resmi Dipecat Sebagai PNS

“Mereka bebas bersyarat. (dibebaskan) karena memenuhi hak mereka sesuai undang-undang,” ujar Elly.

“Masih wajib lapor tentu di situ ada aturan yang disitu ada aturan yang diatur oleh Bapas,” ujar Elly, di Bandung, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Dirangkum Pikiran-Rakyat.com untuk pembaca, inilah rekam jejak tiga di antara sederet napi tipikor yang bebas hari ini.

Pinangki dan Gaya Hidup Glamor

Sosok mantan Jaksa Muda ini begitu menyita perhatian publik jelang penjeblosannya ke sel tahanan.

Baca Juga: Ini Daftar 33 Penggunaan Gratifikasi Zumi Zola

Pasalnya, saat Pinangki dijerat tiga kasus korupsi sekaligus, gaya hidupnya yang mewah turut muncul ke permukaan.

Kehidupan glamor dan hobi foya-foya padahal sedang menjabat sebagai aparatur sipil negara (ASN) dianggap telah melukai hati masyarakat kecil.

Dalam sidang peradilannya tahun 2020, terungkap, dari hasil korupsinya, Pinangki mampu lakukan permak hidung di NewYork hingga habiskan Rp400 juta lebih.

Bukan hanya itu, dia juga diberi ‘hadiah’ Apartemen Mewah di Amerika serta mobil BMW X5, hingga uang tanah dan bangunan sebesar Rp6 miliar.

Baca Juga: Eks Menteri Agama Suryadharma Ali Divonis 6 Tahun Penjara

Suryadharma Ali dan Korup Dana Haji

Suryadharma Ali masuk bui setelah terjerat kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 di Kementerian Agama (Kemenag).

Sejak 22 Mei 2014, dirinya ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sebagai Menag, Suryadharma diduga telah menyalahgunakan sisa kuota haji. Sisa kuota haji tersebut dipakai oleh keluarga, kolega, dan anggota DPR sesuai kehendaknya.

Dana yang dikucurkan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 melebihi Rp 1 triliun. Dana itu bersumber dari APBN dan masyarakat.

Baca Juga: Beberapa Napi Korupsi Besar Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin Bandung

Gratifikasi Zumi Zola

Gubernur Jambi periode 2016 – 2021 nonaktif, Zumi Zola dikenakan hukuman 6 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan pada tahun 2018.

Dirinya terbukti menerima gratifikasi dan memberi suap kepada anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 terkait pengesahan APBD Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

Gratifikasi tersebut senilai Rp40 miliar, 1 unit Toyota Alphard, US$177 ribu, dan Sing$100 ribu. Sedangkan suap yang diberikannya pada para anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,34 miliar.

Namun hukuman tersebut mengalami pengurangan sebab Zumi dinilai memenuhi kriteria sikap yang bisa meringankan dakwaan.

Zumi menyesali perbuatannya, berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan telah mengembalikan uang Rp300 juta. ***