upah.co.id – Pengacara keluarga Brigadir J Johnson Panjaitan merasa kecewa dengan Komnas HAM yang membuka kembali laporan pelecehan seksual Putri Candrawathi .

Bahkan Johnson Panjaitan mencurigai adanya ‘drama’ baru yang dikeluarkan geng Ferdy Sambo dengan melibatkan Komnas HAM

Namun, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa rekomendasi membuka kembali laporan pelecehan seksual Putri Candrawathi oleh Brigadir J di Magelang berdasarkan temuan penyidik.

Ahmad Taufan Damanik menyarankan untuk membuka kembali laporan Putri Candrawathi dengan mengundang pihak eksternal secara profesional.

Rekomendasi Komnas HAM , kata Ahmad Taufan Damanik sifatnya tidak mutlak dan kembali pada keputusan penyidik.

Aktivis HAM Haris Azhar menanggapi pernyataan ketua Komnas HAM . Ia mengatakan bahwa rekomendasi tersebut hanya akan merugikan Putri Candrawathi .

Pasalnya, Putri Candrawathi awalnya melaporkan tindak pelecehan seksual oleh Brigadir J di Jakarta. Namun terbukti salah dan bohong.

Kini Putri Candrawathi malah bersaksi kejadian tersebut terjadi di Magelang, sedangkan awalnya tidak ada laporan apapun di Magelang.

“Jadi catatannya, PC pernah membuat laporan yang ternyata dengan Komnas HAM membuat laporan itu sebenarnya ada satu situasi yang merugikan PC. Jadi rekomendasi Komnas HAM itu merugikan PC,” kata Haris Azhar .

Haris Azhar kembali menambahkan bahwa terduga yang melakukan pelecehan seksual pada Putri Candrawathi telah meninggal dunia, yakni Brigadir J.

Ia juga meminta Komnas HAM mencatat untuk mencari saksi-saksi yang meringankan geng Ferdy Sambo, bukan hanya berdasarkan laporan dari tersangka.

Sehingga jika tidak ada saksi-saksi dan bukti jelas pelecehan seksual di Magelang, maka laporan tersebut tidak bisa menjadi jaminan meringankan peristiwa pembunuhan Brigadir J oleh geng Ferdy Sambo.

“Menurut saya, peristiwa Magelang itu tidak bisa menghentikan, atau mengkonpensasi peristiwa pembunuhan berencana kepada Yosua,” kata Haris Azhar , dikutip dari kanal YouTube TVOne Catatan Demokrasi.***