upah.co.id – Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan meresmikan 1.348 unit rumah down payment (DP) Nol di Cilangkap, Jakarta Timur.

Sebanyak 1.348 unit ini berada di dua lokasi, yakni 868 unit hunian DP nol di Menara Kanaya di Cilangkap, Kecamatan Cipayung dan sebanyak 480 unit di Menara Swasana di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Anies Baswedan mengapresiasi Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) yang telah mendampingi proses pembangunan rumah dp nol hingga peresemian hari ini.

Demikian disampaikan Anies Baswedan dalam sambutannya, yang diikuti gelak tawa seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara peresmian rumah dp nol di Kecamatan Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 8 September 2022.

“Sehingga semua bisa bekerja dengan tenang, nyaman, jadi enggak perlu ada pemanggilan-pemanggilan di kemudian hari,” katanya.

Anies Baswedan mengimbau agar semua proses perencanaan sebuah progran dilakukan dengan baik, agar di kemudian hari tidak dipanggil oleh penegak hukum.

Sebab menurut dia kalau perencanaannya tidak baik, maka akan dipanggil lama oleh penegak hukum.

“Kalau nggak nanti dipanggilnya lama pak,” ujarnya sembari tertawa.

“Jadi semua bisa tidur enak gitu kan,” lanjutnya.

Ke depan, Anies Baswedan berharap agar rumah dp nol ini menjangkau warga Jakarta lebih banyak lagi.

Pada kesempatan itu, Anies Baswedan juga berterima kasih kepada BPN Kanwil DKI Jakarta yang juga ikut mendampingi proses pembangunan rumah dp nol.

“Kita berharap ini bisa bergerak lebih jauh. lebih luas jangkauannya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Anies Baswedan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi terkait penyelenggaraan Formula E.

Anies bahkan diperiksa selama 11 jam untuk memberikan keterangan kepada Tim Penyelidik KPK.

Khusus untuk program rumah dp nol ini, KPK telah menetapkan Mantan Direktur Perumda Sarana Jaya Yoory C Pinontoan sebagai tersangka dugaan korupsi pembelian lahan tanah terkait program DP nol.

Anies kemudian menunjuk Agus Himawan Widiyanto sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya menggantikan, Yoory C Pinontoan.***