upah.co.id – Pemerintah Rusia ikut mengomentari terpilihnya Liz Truss sebagai perdana menteri baru Inggris , menggantikan Boris Johnson. Rusia menyatakan tidak mengharapkan perubahan apa pun pada hubungan dinginnya dengan Inggris di bawah PM baru tersebut.

“Menilai dari pernyataan yang dibuat oleh Madame Truss ketika dia masih menjadi menteri luar negeri … orang dapat mengatakan dengan pasti bahwa tidak ada perubahan yang lebih baik yang diharapkan,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia, TASS dan dilansir dari AFP, Selasa (6/9/2022).

Sebelumnya di bawah pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson, Inggris adalah salah satu pendukung setia Ukraina setelah dimulainya serangan Rusia ke bekas republik Uni Soviet tersebut.

Truss, yang secara resmi akan mengambil alih jabatan perdana menteri pada hari Selasa (6/9) ini, diperkirakan akan melanjutkan kebijakan untuk menghadapi Rusia dengan keras.

Liz Truss yang mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris ini berhasil mengalahkan pesaingnya, Rishi Sunak, dalam pemilihan ketua Partai Konservatif Inggris pada Senin (5/9) waktu setempat.

Pada Selasa, Truss akan menemui Ratu Elizabeth II di Skotlandia, yang akan menjadi seremoni di mana dirinya akan diminta membentuk pemerintahan baru Inggris . Dia kemudian akan menyampaikan pidato resmi kepada warga Inggris sebagai PM baru, sebelum mulai menunjuk jajaran menteri yang akan mengisi kabinetnya.

Pemerintahan Truss nantinya akan menghadapi krisis ekonomi dan krisis energi yang menyelimuti Inggris sebagai akibat invasi Rusia ke Ukraina. Dalam pernyataan pertama usai terpilih menjadi Ketua Partai Konservatif, yang otomatis menjadikan dirinya sebagai PM baru Inggris, Truss menjanjikan pemotongan pajak dan membantu rakyat dalam mengatasi krisis energi.

“Terima kasih telah mempercayai saya untuk memimpin dan memberikan yang terbaik untuk negara kita yang hebat,” ucap Truss pada Senin (5/9).

“Saya akan mengambil tindakan berani untuk membawa kita semua melewati masa-masa sulit ini, menumbuhkan perekonomian kita, dan melepaskan potensi Inggris,” cetusnya.