upah.co.id – Indonesia kini menjadi rumah bagi 10 startup unicorn digital, dan memiliki lebih dari 100 juta pengguna internet. Ini jelas menjadikan sektor ekonomi digital jadi pendorong penting bagi pertumbuhan dan pembangunan Indonesia.

Namun dari sisi sumber daya manusia, menurut laporan dari IA-CEPA ECP Katalis bertajuk Training Indonesia’s Digital Workforce, tenaga kerja Indonesia saat ini tidak memiliki keterampilan untuk memenuhi permintaan yang ada.

IA-CEPA ECP Katalis adalah program pengembangan perdagangan dan investasi unik lima tahun (2020-2025) yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia.

Mengutip penelitian yang dilakukan oleh SMERU pada tahun 2022, menemukan bahwa 50% tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan digital dasar hingga menengah. Sedangkan tenaga kerja dengan keterampilan digital lanjutan berjumlah kurang dari 1%.

Padahal dalam laporan Katalis, yang bekerjasama dengan Prospera dan Equity Economics, menyebut pertumbuhan di sektor jasa digital menghasilkan permintaan besar atas keterampilan bisnis digital dan keterampilan lain yang terkait.

Data baru yang dikembangkan oleh Prospera, hingga Juni 2022 ada sekitar 50 ribu iklan pekerjaan dan peran membutuhkan keterampilan digital, demikian dikutip dari laporan Katalis, Selasa (6/9/2022)

Gaji

Riset berbeda dilakukan oleh Glints dan Monk’s Hill Ventures, yang mengungkap gaji para software engineer di perusahaan rintisan atau startup.

Posisi software engineer atau developer perangkat lunak adalah pekerjaan yang paling diburu di mayoritas startup, baik di Singapura, Indonesia, maupun Vietnam.

Namun demikian, gaji yang ditawarkan di awal sebagai fresh graduate terbilang cukup rendah. Namun, hanya dengan pengalaman beberapa tahun, gaji yang diberikan akan naik dengan cepat.

Untuk posisi software engineer di startup Indonesia, gaji pokok per bulan fresh graduate ada di kisaran US$300 hingga US$1.000 (sekitar Rp 4,3 juta – Rp14 juta) untuk posisi Junior Software Engineer.

Setelah memiliki pengalaman beberapa tahun, gaji pokok yang mereka terima akan meningkat signifikan menjadi US$1.400 – US$2.800 (sekitar Rp 20 juta – Rp 40 juta).

Menurut para pendiri atau founder startup, VP of Engineering adalah salah satu karyawan yang paling penting. Sebagai hasilnya, kompensasi gaji untuk profesi ini sangat tinggi.

Di Indonesia, posisi VP atau Head of Engineering berkisar antara US$2.800 – US$7.100 (Rp 40 juta – Rp 103 juta) tergantung pada tahap pendanaan perusahaan