upah.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Indonesia membutuhkan dana ribuan triliun untuk membangun infrastruktur. Hal ini disampaikannya dalam acara penandatanganan bersama penyelesaian transaksi ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang antara Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Waskita Toll Road.

“Kebutuhan infrastruktur itu bukan Rp 100 triliun, Rp 200 triliun, Rp 700 triliun. It can be ribuan triliun. Pemerintah Indonesia terus berikhtiar,” kata Sri Mulyani dalam keterangan dikutip dari kanal YouTube PT Waskita Karya, Selasa (6/9/2022).

Sri Mulyani menilai infrastruktur sebagai bagian terpenting untuk memajukan Indonesia. Menurutnya tidak ada pilihan selain membangun infrastruktur jika ingin Indonesia menjadi negara maju.

“Ingin bangun Indonesia jadi negara maju, high income, kompetitif, produktif, maka tidak ada pilihan, tentu selain investasi di bidang SDM, maka investasi infrastruktur adalah menjadi persyaratan. Presiden Jokowi memahami itu adalah sebuah tantangan namun sekaligus tugas yang harus diselesaikan,” katanya menambahkan.

Sri Mulyani mencatat sejak tahun 2016 Indonesia telah menyelesaikan 128 Proyek Strategi Nasional (PSN). Dana yang digelontorkan mencapai Rp 714 triliun.

Namun demikian, Sri Mulyani menyebut infrastruktur Indonesia kurang maksimal jika dilihat dari segi ranking.

“Selama ini sejak 2016 di mana kita mulai mencanangkan membangun Indonesia mengidentifikasikan masalahnya. Infrastruktur, dari sisi ranking termasuk yang memiliki gap infrastruktur serius,” katanya menambahkan.

Pentingnya infrastruktur bagi perkembangan Indonesia adalah sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan. Menurut Sri Mulyani tinggal bagaimana membiayai proyek infrastruktur.

Dari 128 PSN yang memakan dana Rp 714,4 triliun, mayoritas pembebasan lahan berasal dari APBN. Untuk pembebasan lahan saja jumlahnya mencapai Rp 125 triliun.

Menurutnya tidak bisa jika pembangunan nasional hanya bergantung pada APBN dan neraca keuangan BUMN. Sri Mulyani menyebut ini adalah saatnya Indonesia masuk ke chapter yang baru, salah satunya lewat INA sebagai kendaraan baru dalam membiayai infrastruktur.