upah.co.id – Ditambahkan, menyerupai garis rumah tarantula yang menggali, ia menampung bintang-bintang terpanas dan paling masif yang diketahui para astronom.

“Kamera Inframerah Dekat Teleskop Webb, juga disebut NIRCam, telah membantu para peneliti melihat wilayah itu dalam cahaya baru, termasuk puluhan ribu bintang muda yang belum pernah terlihat sebelumnya yang sebelumnya diselimuti debu kosmik,” menurut NASA.

Daerah terpadat di sekitar nebula menahan erosi oleh angin kencang bintang, membentuk pilar yang tampaknya mengarah kembali ke gugus dan terus membentuk protobintang.

Protobintang ini muncul dari “kepompong berdebu” mereka dan membantu membentuk nebula.

Near-Infrared Spectrograph (NIRSpec) teleskop Webb menangkap bintang yang sangat muda, mengubah keyakinan para astronom sebelumnya tentang bintang itu.

“Para astronom sebelumnya mengira bintang ini mungkin sedikit lebih tua dan sudah dalam proses membersihkan gelembung di sekitarnya,” menurut NASA.

Namun, dia menambahkan, NIRSpec menunjukkan bahwa bintang itu baru saja mulai muncul dari pilarnya dan masih mempertahankan awan debu penyekat di sekelilingnya.

Tanpa spektrum resolusi tinggi Webb pada panjang gelombang inframerah, episode pembentukan bintang ini tidak mungkin terungkap.

“Melihat melalui instrumen Webb lain yang mendeteksi panjang gelombang inframerah yang lebih panjang, dan karena itu menembus butiran debu di nebula, mengungkapkan lingkungan kosmik yang sebelumnya tidak terlihat,” kata NASA.

Nebula Tarantula telah lama menjadi fokus para astronom mempelajari pembentukan bintang karena memiliki susunan kimiawi yang mirip dengan daerah pembentuk bintang raksasa pada siang kosmik alam semesta.

Menurut NASA, dilansir laman CNN, Rabu (7/9/2022), ketika kosmos baru berusia miliaran tahun dan pembentukan bintang baru terjadi.

Menangkap formasi bintang di Nebula Tarantula adalah penemuan terbaru oleh teleskop Webb NASA.

NASA pertama kali merilis gambar resolusi tinggi pertama Webb pada beberapa minggu lalu pada Juli lalu.

Lebih besar dari Hubble, teleskop ini mampu mengamati galaksi yang sangat jauh, memungkinkan para ilmuwan untuk belajar tentang pembentukan bintang awal.

Hubble mengorbit Bumi, tetapi Webb mengorbit Matahari, sekitar 1 juta mil jauhnya dari Bumi.