upah.co.idJakarta CNBC Indonesia – Terdapat sejumlah saham dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jajaran emiten ini menjadi top market cap dengan berhasil mencatatkan nilai kapitalisasi lebih dari Rp 150 triliun.

Berikut jajaran 10 top market cap yang tercatat di BEI per 6 September 2022.

No

Emiten

Kode

Market Cap

(Triliun Rupiah)

Harga

(Rp/Unit)

1

PT Bank Cental Asia Tbk

BBCA

1020,1

8.300

2

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

BBRI

695,65

4.580

3

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

TLKM

457,67

4.950

4

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

BMRI

417,67

8.875

5

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

GOTO

333,99

284

6

PT Astra International Tbk

ASII

278,32

6.875

7

PT Bayan Resources Tbk

BYAN

223,33

66.975

8

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

TPIA

205,03

2.360

9

PT Unilever Indonesia Tbk

UNVR

172,82

4.470

10

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

BBNI

165,04

8.775

Posisi pertama top market cap masih setia ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai kapitalisasi emiten ini mencapai Rp 1020,1 triliun. Jika menilik kinerja laporan keuangannya pada semester I-2022, BBCA berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 18,05 triliun naik 24,9% secara year-on-year (yoy).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul di posisi kedua dengan market cap terbesar yakni mencapai Rp 695,65 triliun. Berdasarkan perdagangan hari ini Selasa (6/9/2022) harga BBRI tercatat di Rp 4.580.

Jika melihat kinerja keuangannya, Laba bersih BBRI mampu terbang 98,7% menjadi Rp 24,79 triliun pada semester I-2022. Naiknya laba bersih ditopang moncernya pendapatan. BBRI membukukan pendapatan bunga bersih konsolidasian sebesar Rp 64,6 triliun pada semester I-2022, naik 17,56% dari Rp 54,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Posisi ketiga top market cap berhasil diraih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan kapitalisasi pasar Rp 457,67 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul posisi keempat dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 417,67 triliun. Dalam enam bulan pertama 2022, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih Rp 20,22 triliun pada semester pertama tahun ini. Angka ini lompat 61,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya ada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang baru debut beberapa waktu lalu hingga langsung masuk dalam daftar saham big cap. Kapitalisasi saham GOTO mencapai Rp 333,99 triliun.

Posisi GOTO tergeser dari sebelumnya sempat menduduki posisi tiga besar. GOTO merilis laporan keuangan di mana beberapa metrik top line dinilai memiliki pertumbuhan yang apik. Kendati memang GOTO sendiri masih membukukan rugi Rp 13,65 triliun per 30 Juni 2022 atau kuartal II-2022.

Adapun pendapatan bersih GOTO semester I-2022 tercatat sebesar Rp 3,39 triliun, melesat 73% dari semester I-2021 senilai Rp 1,96 triliun.

Selanjutnya, ditempati oleh PT Astra International Tbk (ASII) dengan market cap mencapai Rp 278,32 triliun. Hingga istirahat siang perdagangan Senin (6/9/2022) saham ASII terpantau stagnan di harga Rp 6.875/unit.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga masuk dalam jajaran 10 top market cap dengan masing-masing mencapai Rp 223,33 triliun dan Rp 205,03 triliun.

Sementara, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bercokol diposisi ke sembilan dengan nilai Rp 172,82 triliun. Emiten ritel ini juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 12,5% secarayear on year(yoy) dengan menjadi Rp 3,43 triliun.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada di posisi 10 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 165,04 triliun. Saham ini menjadi daham yang selalu masuk dalam daftar big cap di BEI. Jika melihat kinerja laporan keuangannya, BBNI berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp 8,8 triliun atau melesat 75,1% secara yoy.

TIM RISET CNBC INDONESIA