upah.co.id – Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Rakyat (Ampera) menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM .

Aksi yang bertempat di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Banten atau Jalan Jendral Soedirman 30, Kota Serang itu diwarnai dengan aksi bakar ban.

Pantauan Pikiran-Rakyat.com di lokasi, para massa aksi memulai aksinya dari depan gerbang Kampus UIN Banten sekitar pukul 15.38 WIB, sembari terus bergerak ke Lampu Merah Ciceri.

Setibanya di Lampu Merah Ciceri, mereka mulai melakukan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan, salah satunya bertuliskan ‘Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM’.

Tidak hanya itu, para massa aksi Demonstrasi juga turut memblokir akses jalan utama Ciceri Kota Serang .

Puluhan Polisi juga terpantau melakukan pengamanan aksi demonstrasi ini sembari mengatur arus lalu lintas.

Setelah selesai melakukan aksi di Lampu Merah Ciceri Kota Serang , para massa aksi kembali menggelar aksi di depan Kampus UIN Banten sembari membakar ban pada pukul 18.11 WIB.

Bakar ban yang dilakukan oleh massa aksi tampaknya lebih dari satu, dan menyebabkan asap hitam dari bakaran ban itu membumbung tinggi.

Sementara itu, sejumlah personel kepolisian pun tampak tetap berjaga untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi .

Dalam aksinya mereka menolak kenaikan harga BBM yang dinilai sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat.

“Sudah dipastikan, naiknya BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok rakyat, dan hal ini sangat berdampak buruk pada kehidupan rakyat. Terkhusus memukul UMKM lantaran daya beli yang menurun, dan tentunya berdampak pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan,” kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Sebagaimana diketahui Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi, yakni pertalite dan solar pada Minggu, 3 September 2022.

Pertalite naik dari semula Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter. Solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.***