upah.co.id – Percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai sudah dimulai sejak 2019. Namun hingga sekarang, tren kendaraan listrik belum begitu populer di masyarakat.

Di sisi lain, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual Pertamina memengaruhi penguna kendaraan termasuk sepeda motor . Kenaikan BBM bisa jadi pemicu buat masyarakat mempertimbangkan motor listrik .

Indonesia sendiri sudah mulai beralih ke kendaraan listrik. Cepat atau lambat, era elektrifikasi bakal menjadi tren. Meski demikian tidak semudah itu untuk melakukan peralihan tersebut.

Hendro Sutono, pegiat motor listrik dan juru bicara Komunitas Sepeda dan Motor Listrik (Kosmik), mengatakan, transisi dari kendaraan konvensional bukan hanya mengganti kendaraan tapi mengganti pola pikir.

“Misalnya, dalam proses pengisian energi, pada ICE kita terbiasa menunggu hingga tangki kosong sebelum kita mengisinya kembali. Karena memang untuk mendapatkan bensin, kita perlu pergi ke tempat khusus (SPBU),” ujar Hendro, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Konsep ini yang tanpa disadari menghambat transisi pemakaian motor listrik. Apalagi konsep swap baterai masih terkendala infrastruktur, di mana stasiun tukar baterai masih terbatas.

Padahal kata Hendro, saat memakai motor listrik justru bisa mengisi kapan saja ketika kendaraan itu sedang tidak dipergunakan (idle). Sebab, listrik tersedia di mana-mana.

“Untuk sepeda motor tidak diperlukan jaringan khusus, charger cukup dicolok ke jaringan PLN 220V. Sementara untuk mobil, dari hasil penelitian, 95 persen pengguna mobil EV di Eropa dan Amerika melakukan charging di rumah,” kata Hendro.

Menurut Hendro, bagi yang sudah menggunakan motor listrik, maka akan terbiasa dengan pola charging yang benar. Sehingga, tidak pernah akan kehabisan listrik dalam perjalanan.