upah.co.id – Pihak kepolisian menerangkan jumlah santri yang menjadi korban dugaan penganiayaan di lingkungan Pondok Pesantren ( Ponpes ) Modern Darussalam Gontor , Ponorogo.

Polres Ponorogo mengkonfirmasi banyaknya jumlah korban ternyata lebih dari 1 orang.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono mengatakan bahwa total sebanyak 3 korban penganiayaan yakni Albar Mahdi dan 2 santri lain yang luka.

“Total ada 3 santri termasuk korban AM. Namun yang dua santri luka-luka,” kata Catur.

Terkait dugaan kekerasan fisik dan penganiayaan tersebut di lingkungan pesantren tersebut, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan telah memeriksa 7 orang saksi.

Para pelaku yang sudah diperiksa terdiri dari 2 santri, 2 dokter, dan 3 ustadz (guru ngaji) Ponpes Gontor 1.

Kasus dugaan kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan Albar Mahdi meninggal dunia itu telah ditindaklanjuti Polres Ponorogo setelah menerima pengaduan dari pihak Ponpes tersebut.

Sebelumnya, pihak Ponpes sudah mengakui adanya dugaan penganiayaan terhadap santri Albar Mahdi oleh sesama santri.

Juru bicara Ponpes Darussalam Gontor Noor Syahid mengatakan bahwa adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal itu berdasarkan temuan tim pengasuhan santri.

Noor Syahid menyampaikan keterangannya itu secara daring melalui rekaman video yang disebar ke awak media maupun kanal resmi Ponpes Darussalam Gontor dalam menanggapi berita viral tentang Albar Mahdi yang meninggal secara tidak wajar.

“Kami dari pihak keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor , dengan ini memohon maaf sekaligus belangsungkawa atas meninggalnya ananda AM (Albar Mahdi),” ujar Noor Syahid, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News pada 7 September 2022.

Lebih lanjut, Pihak Ponpes Gontor sejauh ini telah mengambil tindakan tegas terhadap para terduga pelaku , yakni dengan mengeluarkan santri yang terlibat penganiayaan . Para pelaku juga telah dipulangkan ke orangtua masing-masing.

“Pada hari yang sama almarhum wafat, kami juga langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada santri yang diduga terlibat,” ujar Noor.***